Kandidat Doktor IPB Berhasil Pijahkan Keudawah Ikan Asli Perairan Nagan Raya

Muamar Abdan
Muamar Abdan. Foto: Istimewa via KBA.ONE

Suka Makmue – Kandidat doktor Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Mu’amar Abdan berhasil mendomestikasi dan memijahkan ikan asli dari perairan kabupaten tersebut, setelah melakukan penelitian beberapa tahun.

Melansir KBA.ONE, penelitian Mu’amar, 29 tahun, fokus pada domestikasi ikan Keudawah, nama lokal dari spesies ikan bernama Latin Rasbora Sp. Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan atau hewan yang semula hidup liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia.

Adapun upaya domestikasi yang dilakukan Mu’amar melalui inovasi rekayasa media pemeliharaan yang mendekati kondisi habitat alami ikan tersebut. Penyesuaiannya meliputi parameter kualitas air, substrat, hingga pola pakan.

“Langkah ini bertujuan untuk menjadikan ikan ini dapat dibudidayakan secara berkelanjutan, sekaligus menjaga populasinya di alam liar,” ujar Mu’amar, Selasa dikutip Kamis, 2 Januari 2025.

Upaya Mu’amar berhasil menginduksi pemijahan secara alami, yang menjadi indikator keberhasilan tinggi dalam penelitian pengelolaan dan domestikasi.

Hasilnya menunjukkan peningkatan potensi produksi benih berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya, sekaligus untuk program restocking di habitat asli.

“Beberapa temuan dari penelitian ini telah diseminarkan dalam prosiding internasional, mendapatkan tanggapan positif dari komunitas ilmiah global,” ungkap Mu’amar.

Selain itu, kata dia, hasil lainnya sedang dalam proses penerbitan di jurnal bereputasi internasional. Diharapkan hasil penelitian itu dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian biodiversitas perairan.

Ikan Keudawah
Ikan Keudawah. Foto: YouTube

Sebelumnya, di laman ResearchGate.net, Mu’amar bersama Sulistiono, Mohammad Mukhlis Kamal, Ali Mashar, dan Nurlisa dari Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan IPB Bogor, merilis hasil penelitian tentang ikan Keudawah tersebut pada 2023. Di situ disebutkan ikan Keudawah merupakan spesies asli Krueng Lanca, Nagan Raya.

Keudawah termasuk dari 73 spesies ikan yang telah diidentifikasi di Nagan Raya. “Dari jumlah tersebut, 17 spesies memiliki potensi dibudidayakan, dan 10 spesies menjanjikan sebagai ikan hias, termasuk ikan Keudawah,” tulis Mu’amar dkk mengutip Muchlisin.

Keudawah juga salah satu ikan ekonomis yang biasa ditangkap untuk konsumsi di perairan Nagan Raya. Ikan ini biasanya ditemukan di beberapa sungai dan anak sungai. Namun, penangkapan ikan yang intensif telah menyebabkan penurunan populasi.

Selain itu, penurunan populasi ikan juga disebabkan oleh tingginya tingkat deforestasi, perubahan penggunaan lahan di sepanjang sungai, dan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy