Banda Aceh – Jemaah haji Aceh diharapkan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) setibanya di kampung halaman dan melapor ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) jika ada keluhan kesehatan.
Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pemeriksaan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Dokter Koestendrina, Minggu, 29 Juni 2025.
Koestendrina mengimbau jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Rencong agar memakai masker untuk meminimalisisasi penularan virus kepada anggota keluarga di rumah dan lingkungan sekitar.
Dia juga mengatakan jemaah haji yang telah kembali ke Tanah Air akan dipantau kesehatannya selama dua pekan oleh dinas kesehatan setempat.
“Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, segera melapor ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.
Koestendrina menyebutkan saat ini seorang jemaah kelompok terbang (kloter) pertama dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh karena diduga mengidap radang paru-paru.
“Kondisi saat ini stabil. Masih di ruangan isolasi IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUDZA, sedang mengantri untuk dapat masuk ke ruang ICCU (Intensive Cardiology Care Unit), karena sedang full.”
Baca juga: Jemaah Kloter Pertama Tiba di Aceh, Fadhlullah: Semoga Diterima Haji yang Mabrur
Sebanyak 784 jemaah haji Aceh dari dua kloter sudah tiba di Aceh. Ketua PPIH Debarkasi Aceh Azhari menyebutkan Kloter BTJ-02 tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada Minggu, 29 Juni 2025, sekira pukul 05.55 waktu Aceh.
Jemaah berjumlah 392 orang itu lepas landas dari Bandara Internasional Muhammad Amir bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 18.10 waktu Arab Saudi.
“Alhamdulillah, dengan tibanya kloter 2 ini, berarti sudah 784 jemaah yang kembali ke Aceh,” ujar Azhari.
Sebelumnya jemaah haji Kloter BTJ-01 sudah tiba di Banda Aceh, pada Sabtu kemarin. Jemaah di kloter ini berasal dari Kota Banda Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy