Israel Usir Penduduk Lebanon dari Rumahnya, Ancam Bunuh Jika Tidak mengungsi

serangan israel di lebanon selatan
Asap mengepul dari gedung-gedung yang terkena serangan jet tempur Israel di Tyre, Lebanon selatan, pada 28 Oktober 2024. Foto: AP

Beirut – Militer Israel mengeluarkan ancaman pengusiran penduduk di delapan kota kawasan Lebanon selatan, setelah meningkatnya tensi perang antara pasukan Yahudi itu dengan milisi Hizbullah, Rabu, 30 Oktober 2024.

“Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah dan pindah ke utara Sungai Awali. Untuk memastikan keselamatan Anda, Anda harus mengungsi tanpa penundaan. Warga sipil dilarang menuju selatan,” ujar seorang juru bicara di X.

Ratusan desa di selatan Lebanon kini telah dievakuasi ke wilayah yang menurut perkiraan PBB mencakup seperempat wilayah Lebanon.

Sementara itu, militer Israel juga mengancam penduduk Baalbek agar meninggalkan kota di Lebanon timur itu, atau menghadapi risiko dibunuh. Baalbek hanya berjarak puluhan kilometer dari perbatasan Lebanon-Israel.

Menyusul ancaman itu, Gubernur Baalbek mengimbau warganya segera mengungsi demi keselamatan jiwa mereka. “Kami berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Palang Merah untuk mengevakuasi warga,” kata gubernur kepada Al Jazeera.

“Kami ingin memastikan bahwa warga meninggalkan dan tiba dengan selamat di daerah yang aman,” kata pejabat Lebanon tersebut. “Kami menghadapi penargetan yang besar dan meluas dan warga Baalbek-Hermel membayar harga yang mahal dalam perang ini.”

Penduduk Baalbek sendiri telah bergegas keluar dari rumah mereka setelah IDF memerintahkan kota itu dievakuasi untuk pertama kalinya setelah berlangsungnya perang Hizbullah-Israel hampir sebulan lebih.

Seorang koresponden AFP melaporkan, jalan-jalan utama keluar kota macet dengan kendaraan karena warga sipil melarikan diri dengan panik.

Sementara itu, kendaraan pertahanan sipil melaju di sekitar kota, mendesak semua orang untuk segera pergi melalui pengeras suara.

“Kota ini hampir kosong,” kata koresponden itu sekitar satu jam setelah peringatan evakuasi.

Beberapa jam sebelumnya, media Lebanon telah merilis rekaman, yang diverifikasi oleh kantor berita Sanad Al Jazeera, tentang sebuah mobil terbakar usai serangan drone Israel di daerah Araya, distrik Baabda, kawasan pegunungan Lebanon.

Personel tentara Lebanon menutup satu sisi jalan dan menjauhkan warga dari mobil yang terbakar.

Kantor Berita Lebanon melaporkan di situs web resminya bahwa pesawat nirawak Israel menghantam sebuah mobil di jalan Araya, menyebabkan mobil itu terbakar. Sasaran dan potensi korban masih belum jelas.

Selain itu, laporan terbaru Al Jazeera menyebutkan, Israel terus melancarkan serangan mematikan di Lebanon selatan, yang menewaskan 15 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan terbaru di Sarafand dan Haret Saida dekat kota Sidon.

Sebelumnya, serangan Israel di Lembah Bekaa, Lebanon timur, menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai 58 orang.

Jumlah korban tewas tertinggi terjadi di kota Sahl Allak, Provinsi Baalbek, di mana 16 orang tewas, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa sedikitnya 33 tentara Israel tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan sejak awal bulan ini.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy