Ini Pernyataan Ayahwa saat Tinjau Bendung Krueng Pase

Bendung Krueng Pase foto Pemkab Aceh Utara
Penampakan dari udara Bendung Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Jumat, 13 Februari 2026. Foto: Pemkab Aceh Utara

Aceh Utara – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil alias Ayahwa, meminta rekanan mempercepat penyelesaian rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase supaya dapat segera difungsikan kembali.

“Kita targetkan uji coba dalam dua minggu [ke depan]. Saya minta kontraktor merampungkan seluruh pekerjaan setelah Lebaran [Idulfitri 1447 H] agar bendung ini segera kembali beroperasi,” kata Ayahwa, dikutip dari laman Pemkab Aceh Utara pada Minggu, 15 Februari 2026.

Ayahwa menyampaikan itu saat meninjau progres rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, kunjungan Ayahwa tersebut untuk memastikan percepatan perbaikan bendung yang memiliki peran vital bagi sektor pertanian di wilayah itu.

Baca juga: Sengkarut Proyek Irigasi, Petani Rugi

Bendung tersebut jebol pada tahun 2020 dan kembali terdampak banjir bandang pada akhir November 2025, saat pekerjaan rehabilitasi memasuki tahap penyelesaian akhir.

Bendung DI Krung Pasee mengaliri sekitar 8.922 hektare sawah tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, yakni Samudera, Matangkuli, Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, dan Tanah Pasir, serta satu kecamatan di Kota Lhokseumawe, yaitu Blang Mangat.

“Keberadaannya menjadi tumpuan ribuan petani yang menggantungkan pasokan air dari aliran Krueng Pase,” kata Muntasir.

Baca juga: Sawah Siap Tanam di Meurah Mulia Terancam Kering, Petani Minta Perhatian Ayahwa

Akibat kerusakan bendung itu, ribuan petani terpaksa mengandalkan air tadah hujan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penundaan musim tanam serta potensi menurunnya produksi gabah hingga gagal panen.

“Kondisi ini juga menekan pendapatan petani dan melemahkan aktivitas ekonomi di tingkat gampong, termasuk usaha penggilingan padi dan distribusi hasil panen”.

Tanpa distribusi air secara maksimal, lanjut Muntasir, risiko kekeringan meningkat, terutama saat curah hujan rendah. Oleh karena itu, rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase dinilai krusial untuk memulihkan sistem irigasi serta menjamin keberlanjutan produksi padi di Aceh Utara dan sekitarnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy