IHSG Cerah Lagi, 4 Bank Besar Kompak RUPST

Ilustrasi Bank Himbara
Ilustrasi Bank Himbara. Foto: CNBC Indonesia

Jakarta – Perdagangan saham tersisa satu hari perdagangan sebelum tiba libur panjang lebaran yang mencapai satu pekan lebih lebih.

Pada perdagangan Selasa, 25 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melesat 1,21 persen di level 6.235,62. Penguatan tersebut berhasil mematahkan pelemahan IHSG selama dua hari penurunan.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST perbankan dengan tebar-tebar dividen menjadi pemicu penguatan pasar saham.

Pada Senin-Selasa, 24-25 Maret 2025, dua saham Himpunan Bank Negara atau Himbara telah melaksanakan RUPST dan memberikan kabar baik bagi para investornya dengan membagikan dividen jumbo yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Lalu pada Rabu, 26 Maret 2025, giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang melaksanakan RUPST untuk membeberkan sejumlah kabar baik bagi para investornya.

RUPST di setiap bank itu juga diikuti perombakan jajaran direksi dan komisaris. Di BTN misalnya, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo ditunjuk menjadi komisaris utama bank tersebut.

Kemudian, ada nama Fahri Hamzah yang diangkat jadi komisaris. Diketahui, Fahri merupakan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabinet Merah Putih.

Sementara di BNI, Vera Febyanthy ditunjuk sebagai komisaris independen. Vera merupakan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat periode 2019-2025 dan 2025-2030.

Di sisi lain, RUPST BNI memberhentikan Sigit Widyawan dari posisi komisaris independen. Sigit merupakan suami dari sepupu presiden yang baru saja lengser, Jokowi.

Adapun di RUPST Bank Mandiri, salah satu yang diberhentikan adalah M Chatib Basri yang dulunya menjabat komisaris utama. Posisi Chatib kini diisi oleh Kuswiyoto merangkap komisaris independen.

Lalu di BRI, salah satu suksesi yang dilakukan adalah pergantian Direktur Utama BRI Sunarso dengan Hery Gunardi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

BRI juga memberhentikan sebanyak 19 nama yang sebelumnya menjabat pada jajaran komisaris dan direksi. Selain itu, BRI mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi perseroan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy