Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu, Bakal Naik Terus?

Perhiasan emas di sebuah toko emas di Banda Aceh (Line1.News Yasir)
Perhiasan emas di sebuah toko emas di Banda Aceh. Foto: Line1.News/Yasir

Jakarta – Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada turun Rp10 ribu pada Jumat, 18 April 2025, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Harga emas Antam yang tercatat pada Jumat sebesar Rp1.965.000 per gram. Sedangkan harga jual kembali, Rp1.814.000 per gram.

Namun, jika dipantau dari situs Pegadaian, harga emas Antam naik menjadi Rp2.045.000 per gram pada Jumat. Sedangkan sehari sebelumnya Rp2.004.000 per gram.

Harga emas UBS juga naik dari Rp1.965.000 menjadi Rp1.997.000 per gram pada Jumat. Begitu juga harga emas Galeri24 naik Rp51.000 menjadi Rp1.993.000 per gram.

Analis riset senior di FXTM, Lukman Otunuga, mencatat bahwa reli emas dunia di atas USD 3.350 per troy ons telah mendorong harga naik 28 persen sepanjang tahun ini. Bahkan, melampaui reli tahun lalu sebesar 24 persen.

“Emas terus bersinar karena kekhawatiran resesi global dengan ketegangan dagang AS-Cina menarik investor menuju pelukan aman logam mulia,” ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia.

Baca juga: Harga Emas Antam ‘Terbang’ ke Rp1.826.000

Namun, dengan kenaikan harga yang drastis atau overbought, tambah Lukman, koreksi teknikal atau penurunan sementara harga, bisa segera terjadi sebelum emas kembali naik.

“Tergantung pada seberapa besar koreksinya, harga bisa turun ke USD 3.250 atau USD 3.140, dengan level psikologis USD 3.000 sebagai support signifikan. Jika USD 3.300 terbukti menjadi support yang andal, harga bisa menuju level psikologis berikutnya di USD 3.400 dan lebih tinggi.”

Kepala strategi komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, melihat potensi koreksi besar pada emas. Namun, dia tidak memperkirakan hal itu akan terjadi pekan depan.

“[Harga] Emas pada akhirnya akan berhenti dan mengalami koreksi USD 200-USD 300, tetapi bukan sekarang, karena masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, diperparah oleh serangan terbaru Trump terhadap Powell, yang mungkin menambah risiko di pasar obligasi.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy