Gubernur Mualem dan Kepala BRA Temui Menteri AHY Bahas Lahan Eks Kombatan GAM

Mualem dan Jamaluddin bertemu AHY
Mualem dan Jamaluddin bertemu AHY. Foto: Istimewa

Jakarta – Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin bersama Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) menjumpai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat, 11 April 2025, di kantor Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut Menteri AHY didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Ifititah Sulaiman Suryanegara. Sementara dalam rombongan Mualem selain Jamaluddin juga turut serta Pelaksana Tugas Sekda Aceh Muhammad Nasir Syamaun, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Zulfadli, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Aceh T Asnal Zahri, serta beberapa pejabat Aceh lainnya.

Jamaluddin mengungkapkan, dalam pertemuan pernuh keakraban itu Mualem meminta AHY agar memberi perhatian terhadap upaya penguatan perdamaian di Aceh, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur lainnya.

“Untuk penguatan perdamaian Aceh yang sudah berjalan 20 tahun ini, perlu dukungan dari pemerintah pusat. Karena itu Mualem meminta Menteri AHY memberikan perhatian yang lenih untuk Aceh, apalagi damai Aceh tercapai pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang tak lain adalah ayahnya Menteri AHY,” ungkap Jamaluddin dalam keterangan tertulis dikutip Line1.News, Sabtu, 12 April 2025.

Selain itu, kata Jamaluddin, dalam pertemuan itu Mualem juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dalam berbagai kesempatan menyampaikan perhatiannya kepada Aceh, terutama terkait penyediaan lahan bagi mantan kombatan GAM.

Menurut Jamaluddin, alokasi lahan bagi mantan kombatan GAM merupakan salah satu persoalan reintegrasi yang hingga kini belum tuntas dilaksanakan. Poin 3.2.5 MoU Helsnki menyebutkan, Pemerintah Republik Indonesia mengalokasikan tanah pertanian dan dana yang memadai kepada Pemerintah Aceh dengan tujuan untuk memperlancar reintegrasi mantan pasukan GAM ke dalam masyarakat dan kompensasi bagi tahanan politik dan kalangan sipil yang terkena dampak.

“Persoalan lahan bagi mantan kombatan GAM ini sebelumnya juga sudah intens dibahas ketika AHY menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), jadi nyambung ketika kita sampaikan,” ujar Jamaluddin.

Menanggapi hal tersebut, AHY menyatakan dirinya memberikan perhatian khusus untuk Aceh sesuai arahan Presiden Prabowo. Ia juga punya kepentingan menjaga keberlangsungan perdamaian Aceh sebagai merupakan legacy SBY.

“Apa lagi Aceh damai di masa pemerintahan orang tua kami Presiden Susilo Bambang Yodoyono. Kami ingin agar Aceh terus maju dan damai.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy