Dua Pendaki Wanita Senior Indonesia Meninggal Usai ‘Summit’ Puncak Carstensz Papua

Puncak carstensz
Pemandangan Puncak Carstensz pada 2015. Foto: Antara

Jakarta – Dua pendaki wanita Indonesia, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia setelah “summit” atau mencapai puncak tertinggi Piramida Carstensz, Pegunungan Jaya Wijaya, Papua.

Keduanya meninggal dunia pada Sabtu, 1 Maret 2025. PT Tropis Cartenz Jaya selaku operator pendakian dalam unggahan akun Instagram menyebutkan Lilie dan Elsa meninggal dunia saat dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz.

“PT Tropis Cartenz Jaya, selaku operator, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Saudari Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono pada 1 Maret 2025 dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz Pyramid menuju Base Camp Lembah Kuning,” tulis perusahaan itu pada Minggu, 2 Maret 2025.

Keduanya diketahui merupakan klien dari operator Indonesian Expeditions. Elsa dan Lilie telah mencapai puncak pada 28 Februari lalu.

“Kedua wanita hebat ini, yang merupakan klien dari agen operator Indonesian Expeditions, telah berhasil mencapai puncak setinggi 4.884 mdpl (meter di atas permukaan laut) pada 28 Februari 2025,” lanjutnya.

PT Tropis Cartenz Jaya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua pendaki ini.

“Semoga keluarga serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kepergian ini.”

Diduga Terserang Hipotermia

Jasad Elsa dan Lilie sudah dievakuasi walaupun sempat tertunda karena kondisi cuaca. Jenazah kedua pendaki senior itu telah dibawa pulang ke Jakarta.

Kedua pendaki yang berusia mendekati 60 tahun itu meninggal dunia karena diduga terserang hipotermia, kondisi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah 35 derajat Celcius.

Selain Elsa dan Lilie, ada 13 pendaki lainnya yang turut serta dan dipastikan selamat. Salah satunya, Indira Alaika. Dia mengungkapkan, hampir separuh pendaki terserang hipotermia.

Ketika dalam perjalanan kembali dari Puncak Carstensz, kata Indira, rombongan diterpa cuaca buruk berupa hujan salju, hujan deras, dan angin kencang pada Jumat, 28 Februari 2025.

Akibatnya, lima pendaki terkena serangan hipotermia, termasuk Indira. Lilie dan Elsa tak tertolong. Saat itu, keduanya berada di lokasi Teras II.

“Tiga pendaki yang selamat terjebak dan terpaksa bermalam di area Summit Ridge dekat puncak,” ujar Indira, yang mengalami hipotermia bersama Alvin Reggy dan Saroni.

Indira bersama Alvin dan Saroni selamat setelah datang tim rescue keesokan harinya.

Beredar kabar para pendaki turun dari Puncak Carstensz pada malam hari. Perjalanan malam hari atau sekitar pukul 02.00 dini hari dianggap sebagian pendaki bukan keputusan yang tepat.

Dalam keterangan lain, pada 27 Februari 2025, rombongan yang terdiri dari 20 orang pendaki melakukan aklimatisasi dan hingga ascending dan descending.

Keesokan hari, Jumat, 28 Februari, rombongan mulai melakukan perjalanan. Pukul 10.51 WIT korban bersama tim pendaki melakukan penyeberangan di Jembatan Tyrollean.

”Pukul 14.00 WIT pendaki terakhir mencapai puncak Cartenz. Karena HT (handy talky) low sehingga tidak ada komunikasi,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis, Minggu, 2 Maret 2025.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy