Banda Aceh – Wakil Ketua DPRA, Saifuddin alias Yah Fud menegaskan agar seluruh akun media sosial berhenti menyebarkan kabar bohong (hoaks) atau informasi yang belum terverifikasi terkait bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Menurut Yah Fud, penyebaran informasi tidak benar hanya akan memperkeruh keadaan dan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Situasi saat ini sudah cukup sulit bagi masyarakat yang terdampak. Jangan lagi ditambah dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami minta dengan tegas agar akun-akun media sosial berhenti menyebarkan kabar bohong terkait banjir di Aceh,” kata Saifuddin, Minggu, 30 November 2025.
Baca juga: Jubir Pos Komando Bencana Tegaskan Kabar 400 Korban Meninggal Akibat Banjir di Aceh Hoaks
Dia menjelaskan di lapangan masih terdapat banyak wilayah yang mengalami gangguan jaringan komunikasi, akses jalan terputus, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini menyebabkan informasi yang beredar sering kali tidak utuh, bahkan keliru jika tidak bersumber dari pihak resmi.
Oleh karena itu, DPRA mengimbau masyarakat hanya mempercayai dan menyebarkan informasi yang berasal dari instansi berwenang seperti pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya.
“Kalau ada informasi penting, pastikan dulu sumbernya jelas. Jangan asal menyebarkan, apalagi yang belum pasti kebenarannya. Dampaknya bisa sangat luas,” katanya.
Saifuddin juga mengingatkan saat ini fokus utama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat adalah penyelamatan korban, penyaluran bantuan, serta pemulihan pascabencana. Dukungan publik melalui informasi yang benar dinilai sangat membantu kelancaran proses tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy