Lhokseumawe – Hujan deras mengguyur Lhokseumawe sejak sepekan terakhir mengakibatkan banyak rumah warga, termasuk Asrama TNI, dan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Banda Sakti terendam. Banjir masih terjadi hingga Minggu, 23 November 2025.
Permukiman warga yang terendam banjir antara lain di Desa Hagu Teungoh. Banjir juga merendam Kompleks Asrama TNI di Hagu Selatan.
Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, turun langsung mengecek kondisi Kompleks Asrama TNI yang terendam banjir pada Sabtu tengah, 22 November 2025.
Danrem merasa prihatin dengan kondisi yang dialami prajurit TNI dan keluarganya. Anak-anak prajurit ada yang harus tidur di antara tumpukan kain di atas kursi lantaran lantai rumah di kompleks asrama itu terendam banjir.
Ada pula prajurit bersama istrinya yang tidak bisa tidur semalaman. “Mereka berupaya menyelamatkan pakaian dan barang peralatan rumah agar tidak terendam air yang terus bertambah masuk ke dalam rumah,” ujar Danrem Ali Imran, Minggu (23/11).
Danrem memerintahkan para prajurit yang rumahnya terendam, segera mengevakuasi anak dan keluarga ke mess satuan sampai kondisi kembali stabil.
“Saya sedih melihat kondisi prajurit saya. Bagaimana tidak, nanti prajurit saya para Babinsa mau menolong masyarakat apabila mengalami bencana gimana. Kita di Aceh rentan banjir, jadi bagaimana mau membantu warga, sedangkan kondisi rumah prajurit itu sendiri terendam banjir. Ini PR bagi saya,” ujarnya.
Ia berpesan kepada prajuritnya agar memastikan keluarga yang terdampak banjir benar-benar tertangani dengan baik. “Sehingga apabila keluarga aman, apapun tugas yang diberikan itu, maka dengan mudah dapat diselesaikan,” pungkas Danrem.
Diketahui, sebagian besar kawasan Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe merupakan dataran rendah. Diduga sebagian drainase tersumbat sehingga rentan terjadi banjir saat musim hujan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy