Yogyakarta – Berduka atas langkah DPR yang sepakat mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada, Forum Cik Di Tiro mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, pada Rabu petang, 21 Agustus 2024.
Menurut forum aktivis tersebut, aksi itu sebagai ungkapan berkabung atas matinya demokrasi. Aksi itu diikuti berbagai lapisan masyarakat.
“Ini menjadi momen konsolidasi, sebetulnya kita senang karena semua kumpul. Seluruh elemen, dari yang mahasiswa kemudian akademisi, NGO, ormas semua kumpul. Para guru besar juga harusnya segera turun,” ujar Inisiator Forum Cik Di Tiro, Masduki, di sela aksi.
Masduki menuturkan, langkah DPR RI yang menyepakati pengesahan RUU Pilkada dinilai sebagai bentuk pembunuhan terhadap demokrasi dan akal sehat.
“Jadi ini darurat demokrasi, darurat akal sehat, dan sekarang ini ada upaya-upaya yang sistematis mengkhianati amanat reformasi, yaitu demokrasi itu sendiri,” ujarnya.
“Makanya Merah Putih ini dia berduka, jadi secara simbolis dia turun pelan-pelan kita selingi, kita simbolis, kita nyanyikan lagu Darah Juang,” sambungnya.
Masduki menilai putusan MK sudah mencerminkan asas demokrasi. “Betapa keputusan yang bagus dari MK kaitannya dengan agar setiap orang punya kesempatan untuk menjadi kontestan dan tidak ada namanya oligarki, tidak ada namanya penyanderaan-penyanderaan partai politik untuk kepentingan dinasti, itu begitu cepatnya dilibas,” paparnya.
Masduki melanjutkan, Forum Cik Di Tiro bersama berbagai kelompok masyarakat berjanji akan turun ke jalan mengawal pengesahan RUU Pilkada melalui rapat paripurna DPR RI, hari ini, Kamis, 22 Agustus 2024.
“Kita memastikan keputusan paripurna DPR itu sejalan dengan kepentingan aspirasi masyarakat. Kalau itu tidak terjadi, maka tentu ini akan menjadi gumpalan-gumpalan untuk keprihatinan berikutnya, gerakan sosial yang lebih besar. Jadi ini ibaratnya menjadi semacam warning, last warning bagi parlemen kita, DPR.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy