BUMG Buket Hagu Produksi Air Minum Toyoqu

Peresmian Produk Air Minum di Buket Hagu
Anggota DPRK Aceh Utara Mawardi dan Keuchik Gampong Buket Hagu Samsul Arifin saat peresmian produk air minum Toyoqu di Gampong Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu, 6 September 2025. Foto: Pemkab Ache Utara

Lhoksukon – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mulai memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merk Toyoqu.

Keuchik Gampong Buket Hagu, Samsul Arifin mengatakan produksi air minum Toyoqu tersebut dikelola bersama BUMG Mekar Jaya dan CV Dafaya Jaya. Dia optimis kerja sama itu akan mendatangkan kemaslahatan yang lebih besar, serta memberikan profit bagi kedua belah pihak.

“Maka di sini saya harap mari kita jaga bersama, ini uang kita, loh. Jadi, siapa lagi yang jaga kalau bukan kita. Ini tugas kita untuk menjaga dan mengelola secara bersama,” kata Samsul Arifin dalam sambutannya saat peresmian produk air minum itu di Buket Hagu, Sabtu, 6 September 2025, dilansir laman Pemkab Aceh Utara pada Senin (8/9).

“Ini bukan milik saya. Ini milik kita bersama dan saling kita jaga ke depan. Jadi, kalau ada hal-hal atau kritikan mari kita sampaikan bersama, jangan sampaikan di medsos,” tambah Samsul Arifin.

Samsul Arifin menjelaskan keberhasilan BUMG menghadirkan produk AMDK Toyoqu berkat kerja keras yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini adalah keinginan kita bersama, yaitu memproduksi AMDK Toyoqu di Buket Hagu. Mudah-mudahan kerja keras ini bisa mendatangkan manfaat yang besar bagi bagi masyarakat dan bagi Gampong Buket Hagu ke depan,” ujarnya.

Samsul menyebut perjuangan untuk mewujudkan program itu tidak mudah. Dia dan perangkat gampong beberapa kali harus bolak-balik ke Banda Aceh dan Medan untuk mengurus kelengkapan administrasi dalam proses berdirinya usaha AMDK Toyoqu.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu kami,” ucap Samsul.

Patut Dicontoh

Anggota DPRK Aceh Utara, Mawardi alias Teungku Adek mengatakan inovasi usaha BUMG Buket Hagu patut dicontoh gampong-gampong lain. Banyak gampong mendapatkan kucuran dana desa, tapi Buket Hagu menjadi percontohan dengan adanya inovasi baru.

“Saya mewakili Bupati Aceh Utara karena beliau masih di luar daerah. Beliau mohon maaf dan menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Desa Buket Hagu,” kata Teungku Adek pada acara peresmian produk air minum itu.

Teungku Adek menyebut dengan telah dibentuknya Koperasi Merah Putih, pola pemberian dana desa ke depan akan berubah dari bantuan menjadi pinjaman. “Jadi, ketika pola itu berubah, maka uang yang akan kita gunakan itu dalam bentuk pinjaman dan harus dikembalikan”.

“Maka pencermatan yang dilakukan oleh pimpinan Gampong Buket Hagu mungkin saat ini luar biasa. Saya yakin ini akan abadi jika kita jaga bersama. Kebijakan bapak perangkat desa ini sudah bagus,” ucap Teungku Adek.

Program usaha air minum itu dinilai bagian dari upaya mendapatkan pendapatan gampong. Hal itu sejalan dengan visi Pemkab Aceh Utara di bawah Bupati Ismail A. Jalil yang terus melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat gampong.

“Anggaran daerah cukup terbatas dengan luas wilayah yang sangat luas. Oleh karena itu, pemberdayaan harus dilakukan dengan proaktif gampong, harus ada inovasi-inovasi baru yang bisa membawa kemaslahatan ekonomi umat,” tutur Teungku Adek.

Peresmian produk air minum itu turut disaksikan unsur Muspika Lhoksukon, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat gampong setempat.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy