Banjir Aceh Utara: Banyak Warga Belum Bisa Dievakuasi, 8 Kecamatan Masih Terisolasi

Banjir Kuta Makmur Aceh Utara4
Foto udara memperlihatkan kondisi permukiman penduduk di Gampong Krueng Seunong dan Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, Kamis, 27 November 2025. Foto: Line1.News/Yasir

Lhoksukon – Dampak banjir melanda Aceh Utara menyebabkan kerusakan infrastruktur publik, permukiman penduduk, sawah, dan tambak. Aktivitas pemerintahan juga lumpuh.

“Dan kondisi sampai saat ini jaringan komunikasi di wilayah Aceh Utara (blackout/padam). Transportasi lumpuh dari jalan lintas nasional ke kabupaten, kecamatan dan desa. Listrik padam dan distribusi air terhambat akibat kerusakan pipa PDAM diterjang banjir,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, dalam keterangannya diterima Line1.News, Jumat malam, 28 November 2025.

Muntasir menyebut memasuki hari ketiga tanggap darurat bencana, masih banyak warga yang terjebak banjir. “Belum bisa dievakuasi akibat keterbatasan personel dan peralatan SAR,” ungkapnya.

Adapun daerah yang masih terisolasi akibat banjir, kata Muntasir, delapan kecamatan yaitu Langkahan, Kuta Makmur, Samudera, Murah Mulia, Sawang, Muara Batu, Nisam, dan Lapang.

“Persediaan logistik semakin menipis. Bupati sudah mengajukan ke Presiden melalui BNPB. Dan distribusi logistik ke lokasi pengungsian tersendat akibat transportasi darat lumpuh dan tidak bisa dilalui karena genangan air,” ujar Muntasir.

Status siaga bencana telah ditingkatkan menjadi status tanggap darurat penanganan banjir oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa) di Lhoksukon pada Selasa (25/11).

Muntasir menjelaskan banjir di Aceh Utara diakibatkan oleh kedangkalan sungai, cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan tinggi selama lima hari berturut-turut. “Disertai jebolnya tebing sungai Krueng Pase di Kecamatan Samudera, Krueng Peutou di Lhoksukon serta meluap air sungai Krueng Keureuto, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Sawang”.

55.287 Jiwa Mengungsi

Menurut Muntasir, data sementara dari BPBD Aceh Utara per Kamis (28/11), pukul 12.30 waktu Aceh, korban banjir terendam rumah mencapai 20.047 Kepala Keluarga atau KK (54.474 jiwa). Pengungsi 17.119 KK (55.287 jiwa).

“Meninggal 6 jiwa,” ungkapnya.

Lokasi pengungsian tersebar di 36 titik dari 22 kecamatan. Pengungsi prioritas, ibu hamil 64 jiwa, balita 490 jiwa, lansia 526 jiwa, dan disabilitas 12 jiwa.

Adapun kerusakan rumah, berat 22 unit, sedang 67 unit, dan ringan 50 unit. Sawah terendam 680 hektare dan tambak 571 hektare. Tanggul rusak 9 dan jembatan putus 2 unit.

Muntasir menyebut kebutuhan sangat mendesak saat ini Tim SAR untuk evakuasi dan penyelamatan warga yang masih terjebak banjir di wilayah terisolasi.

Lalu, logistik bantuan masa panik untuk pengungsi dan kebutuhan khusus perempuan, anak-anak, ibu hamil, balita, lansia, dan disabilitas.

Selain itu, transportasi mengangkut air untuk menyalurkan bantuan logistik ke pengungsian. Pemulihan saluran komunikasi, listrik, dan air bersih. “Peralatan (alat berat) untuk normalisasi,” ucap Muntasir.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy