Baku Tembak dengan Buronan Narkoba Lampung di Aceh Timur: 1 Polisi Terluka, 992 Gram Sabu Disita

Tersangka narkoba yang ditangkap
Tersangka narkoba yang ditangkap. Foto: Polres Aceh Utara
  • Polisi terlibat baku tembak dengan jaringan narkoba di Aceh Timur saat menyergap mobil membawa narkoba, mengakibatkan satu anggota terluka dan satu tersangka ditangkap.

  • Tersangka yang diamankan merupakan buronan kasus narkoba di Lampung, dengan barang bukti hampir 1 kilogram sabu dan sebuah airsoft gun.


Lhoksukon – Baku tembak menegangkan terjadi saat Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Aceh Utara menyergap jaringan pengedar narkoba di Aceh Timur, Sabtu malam, 26 April 2025.

Aksi tersebut mengakibatkan seorang anggota polisi terluka tembak di pipi kiri dan kini dirawat intensif di Rumah Sakit PMI Kota Lhokseumawe.

Insiden bermula dari upaya pengintaian terhadap sebuah mobil Mitsubishi Xpander yang diduga membawa narkoba. Penyergapan dilakukan di halaman Masjid Al-Ikhlas, Gampong Keude Bagok, Kecamatan Nurussalam.

Saat para pelaku turun dari mobil dan berusaha melarikan diri, terjadilah baku tembak.

Kasat Resnarkoba Polres Aceh Utara AKP Erwinsyah Putra menjelaskan kepada wartawan, seorang tersangka berinisial A, 30 tahun, warga Paya Bakong, Aceh Utara, berhasil ditangkap.

Dari tangannya, polisi menyita 992 gram sabu yang dikemas dalam plastik bertuliskan “99 durian” dan sebuah airsoft gun. Namun, dua pelaku lainnya berhasil lolos.

Polisi yang terluka
Polisi yang terluka. Foto: Polres Aceh Utara

Saat kontak senjata itu, seorang pelaku menembak petugas dengan senjata api jenis revolver sebelum melarikan diri sambil menyandera seorang warga yang sedang mengendarai sepeda motor.

Yang mengejutkan, tersangka A ternyata buronan Polda Lampung yang kabur dari tahanan pada Desember 2023 dalam kasus peredaran 58 kilogram sabu. Penangkapan ini menjadi titik terang pengungkapan jaringan narkoba antarprovinsi.

Saat ini, tersangka A telah diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya dan mengimbau masyarakat memberikan informasi terkait keberadaan mereka.

Keberhasilan pengungkapan kasus itu sekaligus menjadi bukti kesigapan aparat memberantas peredaran narkoba di Aceh. Luka yang dialami polisi menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam perjuangan melawan kejahatan ini.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy