Lhoksukon – Aceh Utara menyatakan perang terhadap stunting lewat gerakan Gizi Lokal Selamatkan Generasi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Aceh Utara semakin intensif menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal. Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak, dari dalam kandungan hingga usia dua tahun.
Ketua Persagi Aceh Utara Herawati menekankan kunci keberhasilan terletak pada pemanfaatan potensi lokal. “Kami mendorong setiap keluarga untuk melihat sekeliling mereka. Aceh Utara kaya akan sumber pangan bergizi yang seringkali terabaikan. Inilah saatnya kita optimalkan, karena produk lokal lebih terjangkau dan kandungan gizinya sangat baik untuk mencegah stunting,” ujarnya penuh semangat kepada Line1.News, Kamis, 13 November 2025.
Program Dashat tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga pelatihan praktis bagi ibu-ibu tentang cara kreatif mengolah bahan makanan lokal menjadi hidangan lezat dan menarik bagi anak-anak.
Lebih lanjut, DPMPPKB memahami betul pentingnya 1000 HPK. “Masa ini adalah jendela kesempatan. Kekurangan gizi sekecil apapun pada periode ini dapat menyebabkan dampak permanen, termasuk gangguan perkembangan otak dan potensi kemiskinan di masa depan,” jelas Herawati.
Oleh karena itu, program intervensi gizi difokuskan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak usia 0-2 tahun, dengan pemberian suplemen, edukasi ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy