Aceh Tengah Kini Punya ‘Kampung Inggris’

Bupati Haili Yoga
Bupati Haili Yoga memukul gong saat meresmikan Timangan Gajah di Kebakayan sebagai Kampung Inggris. Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah

Takengon – Aceh Tengah kini memiliki “Kampung Inggris” pertama di kabupaten tersebut yakni Timangan Gajah di Kecamatan Kebayakan.

Penetapan Timangan Gajah sebagai Kampung Inggris terkait program yang digagas Pemkab Aceh Tengah sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan bahasa Inggris yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, dan edukasi.

“Kami berharap dengan adanya Kampung Inggris ini dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan SDM masyarakat Aceh Tengah, khususnya pemuda-pemudi Timangan Gading,” ucap Hasanah, warga Timangan Gajah, usai peresmian oleh Bupati Aceh Tengah Haili Yoga pada Sabtu, 22 November 2025.

Reje Kampung atau Kepala Desa Timangan Gading Alamsyah Mude juga berharap melalui Kampung Inggris tersebut, pemuda-pemudi setempat dapat diberdayakan untuk turut meningkatkan pariwisata Aceh Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah Erwin Pratama berharap akan terbangun kolaborasi lintas SKPK untuk terus mengembangkan Kampung Inggris tersebut.

Sementara Haili Yoga menekankan pengembangan Kampung Inggris tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan berbahasa, tetapi juga harus dibangun dengan karakter budaya Gayo dan nilai-nilai Islami.

“Kampung Inggris ini harus dibalut dengan nilai-nilai Islami, budaya lokal, dan kearifan yang menjadi identitas masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya dikutip dari Laman Pemkab Aceh Tengah, Selasa, 25 November 2025.

Haili juga mengatakan Timangan Gajah direncanakan menjadi salah satu tujuan wisata edukasi. “Ke depan, kita perlu menyiapkan homestay atau kamar kosong sebagai penginapan agar tamu yang datang merasa nyaman.”

Di Indonesia sendiri, sebelumnya telah ada dua Kampung Inggris yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yakni Desa Tulungrejo dan Desa Pelem.

Dikutip dari Kompas.com, kedua desa tersebut sejak 1977 menjadi pusat berbagai lembaga kursus bahasa Inggris, setelah didirikannya Basic English Course (BEC) oleh Kalend Osen, atau yang akrab disapa Mr. Kalend, mantan santri Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo.

Saat ini, terdapat sekitar 160 lembaga kursus di Kampung Inggris Pare. Namun, selain sebagai pusat edukasi bahasa, Kampung Inggris Pare juga destinasi eduwisata. Banyak pelajar dari berbagai daerah mengunjungi kampung ini untuk mengisi waktu liburan mereka sekaligus belajar bahasa Inggris.

Kini, beberapa daerah lain di Indonesia juga memiliki Kampung Inggris, seperti di Sulawesi Selatan, Bandung, Sumatra Barat, dan Kalimantan Selatan. Kampung-kampung ini menawarkan pengalaman serupa, meskipun Kampung Inggris Pare tetap menjadi ikon utama dalam dunia pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy