Lhokseumawe – A Haris yang kini menjadi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Lhokseumawe, telah melewati jenjang karier sangat panjang. Dia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah menamatkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1992. Saat itu, Haris pertama bertugas sebagai staf Kantor Kecamatan Makmur di Gampong Leubu Me.
Melansir laman Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, kecamatan tersebut berdiri pada tahun 1964, yang diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Aceh, Profesor Ali Hasyimi. Kala itu, Kecamatan Makmur masih berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Pada tahun 1980-an, pemerintah membangun kantor baru Kecamatan Makmur di Gampong Ulee Gle, yang terletak di tengah-tengah kecamatan itu.
Sebagai staf Kantor Kecamatan Makmur, Haris kemudian menempuh pendidikan lanjutan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta. “Tamat sekolah di LAN, saya ditempatkan di Kotif [Kota Administratif] Lhokseumawe,” kata Haris kepada Line1.News, Rabu, 21 Mei 2025.
Karier Haris dalam jabatan struktural dimulai pada awal 1998. Ketika itu, pria yang lahir di Gampong Lueung Daneun, Kecamatan Peusangan (kini Peusangan Siblah Kureung, Bireuen) tahun 1969 ini diangkat sebagai Pemeriksa Pembantu Industri dan Pertambangan pada Inspektorat Kabupaten Aceh Utara.
Lalu, Haris dilantik menjadi Lurah Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti pada akhir 1998. Kala itu, Lhokseumawe masih Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara. Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mensahkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe pada 21 Juni 2001.
Penelusuran Line1.News kepada sejumlah sumber, berikut karier Haris setelah terbentuknya Kota Lhokseumawe:
* Kasubbag Pemerintahan Desa pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Lhokseumawe pada akhir 2001;
* Kasubbag Pemeliharaan Bangunan pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setdako Lhokseumawe pada awal 2002;
* Camat Banda Sakti pada 2006;
* Sekretaris Dinas Syariat Islam pada awal 2008;
* Sekretaris Dinas Perhubungam Pariwisata dan Kebudayaan pada 2010;
* Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip pada Juni 2012;
* Sekretaris (Kepala Sekretariat) Majelis Pendidikan Daerah (MPD) pada Desember 2012;
* Kabag Pemerintahan Setdako Lhokseumawe pada awal 2014;
* Kadis Pertanahan Lhokseumawe sejak 7 Februari 2019 hingga 26 Januari 2022;
* Staf Ahli Wali Kota bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan sejak 26 Januari 2022 sampai sekarang.
Seabrek SK Plt
Tiga tahun terakhir, sejak menjabat Staf Ahli Wali Kota bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Haris juga dipercayakan memegang tongkat Pelaksana Tugas atau Plt. Kepala dari satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke OPD lainnya secara estafet.
Pada masa Penjabat (Pj.) Wali Kota Lhokseumawe, Imran, mulanya Haris ditunjuk menjadi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) pada awal September 2022. Lalu, Haris ditunjuk sebagai Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) pada awal September 2023, berlanjut ke Plt. Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) pada Oktober 2023.
Di akhir masa Pj. Wali Kota Lhokseumawe A. Hanan, Haris ditunjuk sebagai Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) pada Januari 2025.
Klimaksnya, Haris menerima Surat Keputusan (SK) penunjukan dirinya sebagai Plt. Sekda dari Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, di ruangan kerja wali kota, Senin, 19 Mei 2025.
Baca: Wali Kota Sayuti Lantik T Adnan jadi Staf Ahli, A Haris Plt Sekda Lhokseumawe
Beberapa saat sebelum menyerahkan SK Plt. Sekda kepada Haris, Sayuti Abubakar melantik Teuku Adnan menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama. Sebelumnya, T. Adnan menjabat Sekda Lhokseumawe sejak 21 Oktober 2019.
Sejak menerima SK Plt. Sekda, Haris tidak lagi menjadi Plt. Kepala DPMPTSP Naker. Hari itu, Senin (19/5), Wali Kota Sayuti menunjuk Sekretaris DPMPTSP dan Naker, Amru, sebagai Plt. Kepala OPD tersebut.
Keputusan Wali Kota Sayuti Abubakar menunjuk Haris Plt. Sekda tampaknya menjadi sinyal bahwa Staf Ahli Wali Kota bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan itu bakal diangkat sebagai Sekda definitif. Diperkirakan proses ke arah itu menunggu digelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Baca juga: 11 Jabatan Eselon II Masih Plt, Kapan Pemko Lhokseumawe Gelar Seleksi Terbuka JPT Pratama?
Lantas, apa saja fokus awal Haris sebagai Plt. Sekda Lhokseumawe dalam membantu Wali Kota Sayuti dan Wakil Wali Kota Husaini untuk merealisasikan visi, misi, dan program kerjanya?
“Fokus pertama, kalau kita ikuti visi-misi beliau, penanganan [sampah untuk menjaga] kebersihan kota, dan kedisiplinan aparatur yang harus kita tingkatkan lebih maksimal lagi. Juga melakukan penertiban terutama jalan masuk [ke pusat kota], seperti baliho-baliho jangan menggangu pemandangan,” ujar Haris.
Baca juga: Wali Kota Sayuti Temui Wamen Komdigi, Jemput Sejumlah Program Ini
Selain itu, lanjut Haris, upaya untuk mengintegrasikan semua layanan publik dengan sistem digital agar terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Selanjutnya, menjalankan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari pajak daerah, retribusi daerah, dan sumber lainnya.
Misalnya, kata Haris, Wali Kota Sayuti telah melakukan inspeksi mendadak atau sidak bagian dari penertiban agar seluruh pengusahaan sarang burung walet (SBW) dijalankan sesuai ketentuan berlaku. Menurut Haris, pihaknya akan mendorong semua pengusaha SBW mengurus perizinan sesuai prosedur berlaku dan menaati Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Kota.
Baca juga: Segel Penangkaran Walet Tak Berizin, Wali Kota Sayuti: Kita Tidak Antiinvestasi
Haris yang merupakan putra seorang guru berharap dukungan semua elemen masyarakat kepada Pemko Lhokseumawe yang dipimpin Sayuti-Husaini untuk mewujudkan “Kota yang smart dan liveable”.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy