Wapres RI ke-9 Hamzah Haz Meninggal Dunia Saat Hendak Salat Duha

Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 RI. Foto: Getty Images/Paula Bronstein
Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 RI. Foto: Getty Images/Paula Bronstein

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) RI ke-9 Hamzah Haz meninggal dunia di kediamannya wilayah Matraman, Jakarta Timur. Hamzah Haz disebut berpulang setelah terjatuh kala ingin melaksanakan salat duha pada pukul 09.45 WIB.

“Saya persis ada kegiatan di luar, langsung saya ditelpon sama adik saya kalau Bapak sudah jatuh aja gitu. Saya katakan ‘coba jangan dulu dilakukan apa-apa tunggu saya datang’. Kalau saya perhatikan, Bapak dalam keadaan mungkin dalam waktu bangun tidur mau salat duha,” ujar putra keempat Hamzah, Agus Haz, di kediamannya di Matraman, Jakarta Timur, Rabu, 24 Juli 2024.

Agus mengatakan, saat ingin melakukan salat duha, sang ayah biasanya akan memegang lemari. Ia menduga jangkauan pegangannya terlalu jauh yang membuat Hamzah terjatuh.

“Biasanya selalu pegang lemari, jangkauannya mungkin jauh, mungkin itu jatuh. Jadi jatuhnya itu, tidur, seperti bisa aja gitu,” tutur Agus.

“Tidak sama sekali (sakit). Malam sempat bicara sama saya, tidak ada sama sekali,” sambungnya.

Dimakamkan Secara Militer

Hamzah Haz tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sejak menderita sakit, almarhum berwasiat kepada keluarganya untuk dimakamkan di Yayasan Al-Ikhlas, Desa Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor. Alasannya, almarhum ingin dekat dengan keluarga dan masyarakat.

Menurut Teuku Hanibal, menantu Hamzah Haz, lokasi komplek pemakaman berada tepat di sisi utara masjid jami’ Al-Ikhlas. Hamzah Haz akan dikebumikan di samping istrinya yang terlebih dulu sudah meninggal.

Untuk prosesi pemakaman, Teuku Hanibal menyebut semuanya dipasrahkan kepada negara dan keluarga hanya menerima jenazah untuk dimakamkan. “Wasiat almarhum memang ingin dimakamkan di komplek pemakaman keluarga di area Yayasan Al-Ikhlas, agar warga masyarakat bisa menziarahi dan mendoakan almarhum.”

Pemakaman Hamzah Haz diawali dengan upacara militer yang dipimpin oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum dikebumikan, jenazah diberikan penghormatan terakhir oleh Negara dan didoakan oleh kerabat dan masyarakat.

Hadir dalam prosesi pemakaman tersebut beberapa tokoh nasional, seperti Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie, Plt. Ketua Umum PPP Mardiono dan mantan Menteri Agama Surya Dharma Ali.

Dari Guru ke Wapres

Hamzah Haz meninggal dunia di usia ke 84 tahun. Ia mengawali karier sebagai guru pada 1960. Dia kemudian menjadi wartawan surat kabar Bebas di Pontianak hingga menjadi Pimpinan Umum Harian Berita Pawau di Kalimantan Barat.

Dalam dunia politik, Hamzah Haz menjabat wapres mendampingi Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Hamzah Haz menjabat pada 2001-2004.

Sebelum itu, Hamzah Haz juga pernah menjabat Menteri Investasi pada era Presiden BJ Habibie. Hamzah Haz juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI serta Menko Kesra era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Hamzah Haz sebagai tokoh Islam yang menekankan etika dalam berpolitik. “Ya saat awal beliau akan menjadi wapres saya ikut mendukung beliau di MPR. Karena ini tokoh Islam yang baik, tenang, dan punya pikiran-pikiran yang baik,” ujar JK kepada wartawan di kediaman Hamzah Haz.

JK menyebut Hamzah Haz sebagai sosok yang beretika dalam politik. Ia mengatakan hal ini bisa dipedomani oleh politikus di masa sekarang.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy