Banda Aceh, Line1.News – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi pada April 2026 sebesar 0,23 persen dibandingkan Maret 2026. Hal ini berdasarkan penghitungan di lima daerah atau kota penghitungan inflasi di Tanah Rencong.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau.
“Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dan memberikan andil sebesar 0,09 persen terhadap inflasi,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Senin, 4 Mei 2026.
Agus menyebut terdapat beberapa komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan pada periode April 2026 di Aceh. “Di antaranya, ikan bandeng, angkutan udara, ikan tongkol, bahan bakar rumah tangga, dan ikan dencis,” ujarnya.
Sementara itu, kata Agus, komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan, yakni udang basah, emas perhiasan, tarif air minum PAM, cabai merah, dan cabai rawit.
Agus menambahkan bahwa secara year on year (y-on-y) Aceh mengalami inflasi sebesar 3,88 persen pada periode April 2026
“Artinya, harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 3,88 persen dibandingkan April tahun lalu,” ucap Agus.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy