Proyek Belum Ditender, Ini Penampakan SDN 1 Banda Sakti, Jalan Pase hingga Gedung Kesenian Lhokseumawe

Penampakan SDN 1 Banda Sakti dari arah Jalan Samudera Lhokseumawe
Gedung SDN 1 Banda Sakti di Jalan Samudera Kota Lhokseumawe, direkam pada Kamis, 30 April 2026. Foto for Line1.News

Lhokseumawe, Line1.News – Denyut pembangunan fisik di Kota Lhokseumawe masih tampak lesu hingga akhir April 2026. Padahal, anggaran miliaran rupiah telah dialokasikan untuk memoles fasilitas publik yang kini kondisinya kian memprihatinkan.

Pantauan Line1.News pada laman INAPROC SPSE Kota Lhokseumawe, Kamis siang, 30 April 2026, belum ada satu pun paket proyek konstruksi tahun anggaran 2026 yang tayang untuk proses tender. Proyek-proyek “jumbo” ini diduga masih tertahan di meja birokrasi.

Sekolah dan Jalan Menanti Sentuhan

Salah satu sekolah yang rehabilitasi bangunannya masuk daftar paket dengan metode pemilihan penyedia melalui tender adalah SDN 1 Banda Sakti. Pemko Lhokseumawe telah mengalokasikan anggaran untuk paket rehabilitasi berat ruang kelas SD itu kontruksi 2 lantai senilai Rp1,1 miliar dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2026.

[Salah satu lubang di Jalan Pase Kota Lhokseumawe, direkam pada pekan ketiga April 2026. Foto for Line1.News]

Sementara itu, pemandangan di Jalan Pase pun tampak mengkhawatirkan. Beberapa lubang menganga di tengah jalan (lihat foto salah satu titik jalan) kini menjadi “ranjau” bagi pengendara. Ironisnya, proyek Peningkatan Jalan Pase dengan pagu fantastis Rp4,01 miliar hingga kini belum ditender.

Gedung Kesenian: Megah yang Terbengkalai

[Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe tampak dari bagian samping, direkam pada Kamis, 30 April 2026. Foto for Line1.News]

Kondisi paling mencolok terlihat pada Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat kreativitas warga ini tampak seperti “gedung hantu” yang dikepung semak belukar dan ditumbuhi ilalang tinggi. Dinding bata yang belum diplester dan coretan vandalisme mempertegas kesan tak terurus.

Pemko Lhokseumawe telah menganggarkan Rp2,37 miliar untuk penuntasan gedung beserta pagarnya tahun ini.

Daftar Proyek Tender

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran 2026, terdapat sekitar 20 paket proyek fisik yang metode pemilihan penyedianya melalui proses tender.

Berikut selengkapnya rincian proyek tersebut:

1. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) – 16 Paket

Dinas PUPR mengelola anggaran besar untuk infrastruktur jalan dan fasilitas publik:

– Penataan Pedestrian Jalan Merdeka: pagu Rp4,92 miliar (M).

– Peningkatan Jalan Pase: Rp4,01 M.

– Penuntasan Gedung Kesenian & Pagar: Rp2,37 M.

– Peningkatan Jalan Cot Trieng – Paloh Punti: Rp1,79 M.

– Peningkatan sejumlah jalan lingkungan (di Blang Crum, Meunasah Blang, Blang Pulo, dan Jalan Diponegoro) masing-masing Rp981 juta.

– Lanjutan Peningkatan Jalan Alue Lim – Sp. Kramat Rp748,5 juta.

– Pengaspalan Jalan Lhok Beuramoe Gampong Jeulikat Rp687,1 juta dan lanjutan pengaspalan Jalan Blang Malo Rp489,5 juta.

–  Peningkatan Jalan Cut Mamplam dan Jalan Meunasah Manyang masing-masing Rp490,7 juta.

– Pemeliharaan Jalan Kecamatan Banda Sakti Rp757,5 juta.

– Pembangunan Masjid An-Nahdhah Gampong Paloh Punti (Rp692 juta) dan Masjid Darul Atiq Gampong Jeulikat (Rp489 juta).

2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) – 2 Paket

Fokus pada peningkatan sarana pendidikan dengan konstruksi bertingkat:

– SDN 3 Muara Satu: Pembangunan ruang kelas (2 lantai) senilai Rp1,51 M.

– SDN 1 Banda Sakti: Rehabilitasi berat ruang kelas (2 lantai) senilai Rp1,12 M.

3. Disperindagkop-UKM – 2 Paket 

Fokus pada revitalisasi pusat ekonomi warga:

– Rehabilitasi Pasar TPI Pusong: Rp1,12 M.
– Rehabilitasi Terminal Mon Geudong: Rp458 juta.

Publik kini menanti, kapan tumpukan berkas adminsitarsi paket-paket pekerjaan tersebut berubah menjadi aspal dan semen sebelum kerusakan fasilitas publik ini kian parah?[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy