Aceh Timur, Line1.News – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengambil langkah tegas untuk memastikan bantuan perbaikan rumah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak salah sasaran. Ia memerintahkan seluruh Camat dan Geuchik (Kepala Desa) untuk melakukan uji publik ulang terhadap data penerima bantuan stimulan rumah rusak akibat banjir.
Langkah ini diambil demi menjaga transparansi dan kredibilitas data. Dengan uji publik, daftar nama penerima bantuan (by name by address) akan dipampang secara terbuka agar bisa dikoreksi langsung oleh masyarakat.
“Dana stimulan untuk rehab-rekon sudah dikirimkan oleh BNPB. Saya perintahkan Camat dan Geuchik segera lakukan uji publik ulang. Kita ingin menguji kredibilitas data tersebut,” tegas Al-Farlaky dalam keterangan persnya, dikutip pada Senin, 13 April 2026.
Data Tahap Awal: 8.065 KK Jadi Prioritas
Untuk tahap awal ini, total ada 8.065 Kepala Keluarga (KK) yang terverifikasi menerima bantuan dengan rincian:
* Rusak Berat: 2.747 KK
* Rusak Sedang: 2.611 KK
* Rusak Ringan: 2.707 KK
Angka ini merupakan bagian dari total 25.000 KK yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Sisanya akan diproses secara bertahap dan terus dikawal hingga tuntas.
Hindari Polemik di Masyarakat
Meski data tahap awal ini sebelumnya sudah pernah diuji publik, Iskandar Al-Farlaky tidak ingin ada celah kesalahan yang memicu kegaduhan di kemudian hari. Ia menegaskan Pemkab berperan sebagai pengusul, namun eksekusi akhir ada di tangan BNPB.
“Kita tidak ingin pemerintah kabupaten jadi muara kesalahan. Tugas kita mengusulkan, tapi yang mengeksekusi BNPB. Itulah mengapa uji publik ulang ini sangat krusial,” tambahnya.
Warga Diberi Waktu 1 Minggu untuk Menyanggah
Bupati menjelaskan mekanisme komplain bagi warga yang merasa ada ketidaksesuaian data. Daftar penerima akan ditempel di kantor kecamatan dan desa (gampong).
Pemerintah juga menyediakan formulir sanggah yang bisa diakses melalui kantor camat. Masyarakat diberikan waktu selama satu minggu sejak data diumumkan untuk mengajukan keberatan atau masukan.
“Silakan masyarakat cek secara terbuka. Apakah yang menerima sudah tepat sasaran atau belum? Ini adalah bentuk keterbukaan kita agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan mereka yang berhak,” pungkas Al-Farlaky.
Ia menjamin perjuangan pemerintah daerah tidak akan berhenti di sini. Seluruh korban banjir yang layak menerima bantuan akan terus diupayakan masuk dalam tahap-tahap pendanaan berikutnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy