Banda Aceh, Line1.News – Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kolaborasi strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh diharapkan mampu melahirkan data komprehensif yang akan menjadi “kompas” pembangunan nasional.
Rektor USK, Profesor Mirza Tabrani, menegaskan data sensus bukan sekadar barisan angka, melainkan instrumen vital untuk mengevaluasi sekaligus merancang masa depan ekonomi Indonesia yang lebih baik.
“Data sensus ini sangatlah penting untuk mendukung rencana pembangunan, serta mengevaluasi pembangunan yang telah dijalankan. Untuk itulah, USK, Insya Allah siap berkolaborasi,” ujar Profesor Mirza, Rabu, 8 April 2026, dikutip dari keterangan tertulis.
Fokus pada Akar Masalah
Dalam pandangannya, Profesor Mirza menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan pembangunan dengan menyentuh langsung akar masalahnya. Pola pikir inilah yang juga ia terapkan dalam memimpin kampus “Jantong Hate” rakyat Aceh tersebut.
“Misalnya di USK, kita punya Indikator Kerja Utama (IKU), lalu kita tarik apa yang menjadi indikator capaiannya. Jadi, perencanaan itu begitu, harus fokus pada titik persoalannya,” jelasnya.
Optimalkan Jejaring Alumni
Sementara itu, Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyambut hangat dukungan dari akademisi. Menurutnya, USK memiliki sumber daya dan jejaring luas yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha hingga komunitas masyarakat.
Agus menilai para alumni USK memiliki peran strategis sebagai pelaku ekonomi. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan informasi untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam sensus ini.
“Namun, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tahap pendataan. Kami juga berharap kontribusi USK dalam mengolah dan menganalisis data yang terkumpul nanti, untuk mendapatkan berbagai insight sehingga bermanfaat bagi pengambil kebijakan,” pungkas Agus.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy