Terungkap! Pemko Lhokseumawe Belum Bisa Realisasikan Rp650 Juta untuk Mobil Bencana, Ini Alasannya!

Banjir di Lhokseumawe
Sejumlah mobil melintasi jalan terendam banjir di Lhokseumawe, Selasa, 25 November 2025. Foto: BPBD Lhokseumawe

Lhokseumawe, Line1.News – Harapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lhokseumawe untuk segera memiliki mobil operasional baru jenis double cabin terpaksa harus tertunda. Meski anggaran sudah tersedia senilai Rp650 juta, proses pengadaan mobil pendukung kegiatan kebencanaan ini masih terganjal mekanisme administratif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lhokseumawe, A. Haris, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe tahun 2026 murni.

“Anggaran 650 juta itu untuk pengadaan mobil double cabin pendukung kebencanaan. (Namun) belum bisa terealisasi karena dalam APBK murni semua rekening pengadaan kendaraan [bernilai] nol,” ujar Haris kepada Line1.News melalui pesan WhatsApp, Selasa malam, 7 April 2026.

Akibatnya, secara prosedur penganggaran, pembelian mobil tersebut harus menunggu pengesahan Perubahan APBK (APBK-P) 2026.

Masih Terparkir di Pos BTT

Persoalan ini mencuat setelah Line1.News menelusuri Rencana Umum Pengadaan (RUP) BPBD Lhokseumawe tahun 2026. Di mana belum terlihat adanya input paket kegiatan BPBD dari dana Rp650 juta bantuan pemulihan pascabencana yang diterima Pemko sejak Januari lalu.

Baca juga: Inilah 6 OPD Lhokseumawe Penerima Dana Bantuan Penanganan Bencana, Terbanyak PUPR

Total dana bantuan senilai Rp9,7 miliar yang diterima Pemko Lhokseumawe dari berbagai pihak, sebesar Rp650 juta dialokasikan untuk kebutuhan BPBD. Namun, karena belum bisa dibelanjakan sekarang, anggaran tersebut sementara waktu “diamankan” di pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Makanya BPBD belum bisa input [nama paket dalam RUP], harus menunggu Perubahan [APBK-P]. Sementara belum dikerjakan, anggaran tersebut ditempatkan pada pos BTT,” lanjut Haris menjelaskan duduk perkaranya.

Sebelumnya, Sekretaris BPBD Lhokseumawe, Tri Hariyadi, juga memberikan konfirmasi singkat terkait status dana tersebut yang baru bisa diproses pada masa perubahan anggaran.

Dengan kondisi ini, BPBD Lhokseumawe harus bersabar hingga mekanisme APBK-P 2026 rampung untuk bisa mengoperasikan armada baru guna memperkuat respons kebencanaan di wilayah bekas “Kota Petrodolar” tersebut.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy