Jakarta – Momen persemayaman jenazah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, berlangsung haru pada Kamis, 22 Januari 2026.
Saat upacara persemayaman jenazah di Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, putra Deden, Asensio Maulan, melantunkan Surah Al-Insyirah di depan jenazah ayahnya.
Dilihat dari tayangan YouTube Kementerian KKP, Asensio yang masih berusia enam tahun itu dengan lancar dan lantang membacakan surat tersebut menggunakan mikrofon. Dia terlihat tegar, sementara isak tangis keluarga dan kerabat terdengar saat itu.
Baca juga: 6 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, 2 Masih Dicari
Surah Al-Insyirah sendiri bermakna “kelapangan”, mengajarkan tentang optimisme, kelapangan hati, dan adanya kemudahan di balik kesulitan.
Upacara pelepasan dimulai dengan peletakan peti jenazah Deden oleh petugas KKP di tengah auditorium. Terlihat peti tersebut dibalut bendera merah putih.

Setelah itu riwayat hidup pria kelahiran 15 Mei 1982 tersebut dibacakan. Dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Anumerta.
Deden merupakan pegawai KKP dengan pangkat Penata Muda tingkat 1/IIIB. Jabatannya Pengelola Barang Milik Negara di Direktorat Pengendalian Operasi Armada. Deden gugur dalam misi pengawasan laut dengan pesawat ATR 42-500 tersebut.
“Telah meninggal pada 17 Januari 2026 karena menjalankan tugas jabatan dan atau tugas kedinasan lainnya di luar lingkungan kerja, dan diberikan pangkat Anumerta dengan golongan Penata IIIC,” ujar petugas KKP membacakan Surat Keputusan Anumerta yang ditetapkan pada 18 Januari tersebut.
Baca juga: Kotak Hitam dan Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Ditemukan
Setelah pelepasan di auditorium tersebut, almarhum Deden dibawa pulang ke Jawa Barat untuk dimakamkan di kampung halamannya, Kabupaten Garut.
KKP memastikan hak keluarga Anumerta Deden terpenuhi, termasuk beasiswa anak, asuransi, dan merekrut istri almarhum, Verawati, untuk bekerja di institusi tersebut.
“Pak Menteri berpesan untuk putranya, akan diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Pung Nugroho Saksono di acara tersebut.
Jenazah Deden diterbangkan ke Jakarta pada Kamis pagi setelah menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan di Makassar.
Deden merupakan jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi DVI. Jenazah pertama terindentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat tersebut.
Tim SAR menemukan jenazah Deden pada 18 Januari di jurang sedalam 200 meter. Namun karena kondisi cuaca, jenazahnya baru bisa dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada Rabu pagi, 21 Januari, dari lokasi kejadian.
Jenazah Deden teridentifkasi pada Rabu malam. DVI kemudian langsung menyerahkan jenazah ke keluarganya. Selain Deden, dua pegawai KKP lainnya, Ferry Irawan dan Yoga Nauval, juga turut serta dalam pesawat tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy