Legislator Senayan Soroti Buruknya Proses Belajar Mengajar di Aceh Utara

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan
Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan saat Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Foto: Humas DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menyoroti buruknya proses belajar mengajar sekolah di Aceh Utara yang berlangsung dalam keterbatasan usai musibah melanda wilayah tersebut. Menurutnya, sejumlah kendala mendasar hingga kini belum juga teratasi.

“Faktanya di lapangan masih banyak lumpur yang berakibat pada terhambatnya proses belajar-mengajar, perabotan sederhana berupa meja dan papan tulis juga masih belum terpenuhi,” ungkapnya saat Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Keterbatasan sarana belajar menjadi persoalan utama. Proses pembelajaran sementara, kata Sofyan, dilaksanakan dalam satu ruangan dan sebagian besar siswa harus duduk di lantai. Banyak meja dan kursi sekolah rusak serta tidak dapat digunakan akibat terendam lumpur.

“Perlengkapan wajib anak sekolah seperti buku dan alat tulis juga harus disiapkan,” imbuh legislator Fraksi PDI Perjuangan itu dikutip dari Laman DPR RI.

Sofyan meminta pemerintah terus memberikan dukungan berkelanjutan agar sekolah dapat kembali berfungsi secara layak dan bermartabat. Dengan memberikan perhatian lebih konkret agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam situasi darurat.

Upaya memastikan pendidikan tetap berjalan baik, kata dia, harus menjadi fokus utama pemerintah melalui kebijakan pembelajaran yang fleksibel dan adaptif terhadap kondisi nyata di lapangan.

Di sisi lain, Sofyan meminta hak tunjangan darurat bagi guru terdampak bencana harus segera terpenuhi. Begitu juga dengan kondisi tenda darurat yang sudah terlalu panas ketika siang hari.

“Jadi intinya hak-haknya harus segera terpenuhi Pak Menteri, hari demi hari juga harus dipantau terus perkembangannya karena begitu banyaknya siswa yang terdampak.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy