Karang Baru – Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat ke untuk membersihkan material lumpur dan kayu gelondongan yang menimbun beberapa sekolah di Aceh Tamiang.
Sekda Aceh M Nasir mengatakan langkah itu dilakukan agar sisa material banjir tidak menghambat proses belajar mengajar terlalu lama. Menurutnya, pembersihan material berat memerlukan penanganan khusus agar bangunan sekolah segera layak digunakan kembali.
“Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material lumpur tebal dan kayu-kayu gelondongan yang masuk ke area sekolah,” ujar Nasir dalam keterangannya dikutip dari Laman Pemerintah Aceh, Selasa, 6 Januari 2026.
Saat ini, kata dia, tim di lapangan menerapkan strategi pembersihan bertahap. Fokus utama memastikan bagian dalam bangunan sekolah bersih dari sisa bencana sebelum berlanjut ke area luar.
“Target pertama kami adalah membersihkan kelas-kelas, ruang guru, tata usaha, dan ruangan lainnya. Langkah yang dilakukan adalah mendorong lumpur keluar dari ruangan menuju halaman. Setelah itu, baru kami bersihkan bagian luar sebagai tahap finishing,” ujarnya.
Selain dukungan alat berat, para relawan dari ASN Pemerintah Aceh juga bekerja secara manual menggunakan cangkul, sekop, dan pendorong air untuk menjangkau sudut-sudut ruangan yang tidak bisa diakses alat berat.
“Bapak Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan ASN yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk memastikan anak-anak kita bisa kembali bersekolah dengan nyaman.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy