Isu 80 Ton Beras Hilang, Bupati Tagore Ungkap Kalkulasi Bantuan untuk Bener Meriah

Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar. Foto: Humas Pemkab Bener Meriah

Redelong – Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengatakan persediaan beras di pasaran kabupaten tersebut habis akibat dampak bencana.

Pernyataan Tagore itu menjawab pertanyaan salah satu reje atau kepala desa peserta rapat di Pendopo Bupati Bener Meriah pada Selasa, 16 Desember 2025.

Reje tersebut bertanya tentang banyaknya pesawat membawa bantuan yang lalu-lalang di langit Bener Meriah, ke mana bantuannya dan untuk siapa?

Tagore pun memberikan kalkulasi bahwa konsumsi beras di Bener Meriah dalam sehari membutuhkan sekira 46 ton.

Baca juga: 21 Ton Cabai Petani Bener Meriah Dikirim ke Medan Lewat Udara

“Perhitungan kita 180 ribu masyarakat Bener Meriah dikali 0,25 kilogram per jiwa per hari. Sementara beras yang masuk melalui pesawat hanya di kisaran 20 sampai 30 ton per hari,” ungkapnya dilansir dari Laman Pemkab Bener Meriah, Jumat, 19 Desember 2025.

Satu pesawat Hercules, kata dia, hanya bisa mengangkut 10 hingga 13 ton beras, dan itu harus di bagi dua, antara Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Per harinya paling banyak hanya ada enam penerbangan pesawat hercules. Kalau pesawat kargo itu hanya sebagian yang membawa bantuan, sebagian sudah di-carter oleh donatur atau perusahaan-perusahaan yang membawa barangnya,” ujar Tagore.

Ia juga menyinggung rumor hilangnya 80 ton bantuan beras. Menurut Tagore untuk melacaknya sangat mudah sebab selama tiga pekan terakhir jalur masuk bantuan hanya melalui udara.

Baca juga: Jalan Lintas KKA-Bener Meriah Telah Bisa Dilewati Kendaraan

“Di Bandara Rembele kan sudah jelas ada berapa pesawat masuk membawa bantuan. Kalau 80 ton itu berarti setidaknya harus ada 13 sampai dengan 16 Hercules yang datang, karena per sekali penerbangan Hercules, Bener Meriah hanya dapat jatah 5 hingga 6 ton per penerbangan,” ujarnya.

“Sementara setiap penerbangan sudah terdata dengan jelas apa yang dibawa, apa isinya, siapa penerima dan kemana di bawa. Selanjutnya juga 80 Ton itu butuh gudang yang cukup besar, cukup gampang melacaknya kalau hilang,” imbuh Tagore.

Karena itu, dia mengajak semua pihak harus bijaksana menggunakan sosial media, jangan mudah termakan isu.

“Maka itu sekali lagi jangan mudah termakan isu sebelum jelas kebenarannya, daripada ribut di sosial media lebih baik kita fokus semua bekerja masing-masing untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Terima Informasi 80 Ton Bantuan Hilang di Bener Meriah, Mualem: Kita Cek!

Di rapat tersebut, Tagore juga berharap semua pihak berperan aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang menimpa Bener Meriah.

“Dalam bencana saat ini, tidak ada yang tidak berperan, semua kita punya peran, BPBD sudah ada tugasnya, PUPR, wartawan, reje, pegiat sosial media, relawan dan semua, ayo bantu masyarakat, bantu kami pemerintah daerah untuk meringankan penderitaan masyarakat. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, kami juga manusia, maka mari saling bahu-membahu.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy