Bantuan Mulai Masuk ke Aceh Tengah, 24 Orang Masih Hilang, Stok BBM Menipis

Antrean warga di SPBU Aceh Tengah
Antrean warga di SPBU Aceh Tengah. Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah

Takengon – Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyebutkan bantuan logistik dari pemerintah provinsi dan pusat sudah mulai masuk melalui jalur udara untuk menjangkau desa terisolasi akibat banjir dan longsor.

“Alhamdulillah, bantuan udara, khususnya logistik dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sudah mulai masuk. Ini sangat membantu kami mendistribusikan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak,” ujar Haili dikutip dari Laman Pemkab Aceh Tengah, Minggu, 30 November 2025.

Namun, kata dia, volume bantuan tersebut masih sangat kurang jika dibandingkan dengan puluhan ribu warga yang terdampak. Selain itu, upaya penyaluran bantuan di lapangan juga terkendala.

“Di sisi penyaluran, masalah utama kami adalah keterbatasan BBM dan banyaknya jalan yang terputus. Sebanyak 59 ruas jalan masih sulit dilalui dan ini menghambat mobilisasi tim kami,” ujarnya.

Haili juga menyebut adanya krisis sandang pangan di wilayah terdampak. Akses air bersih tidak tersedia dan stok BBM yang sangat terbatas digunakan secara prioritas untuk operasional evakuasi dan pengiriman bantuan.

Gangguan telekomunikasi yang sempat terjadi di 14 kecamatan, sebagian besar mulai pulih dengan bantuan internet satelit.

Layanan kesehatan bergerak telah menjangkau 402 jiwa pengungsi. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, di mana terdapat 1.230 Balita dan ratusan ibu hamil serta menyusui yang membutuhkan penanganan medis spesifik.

“Stok obat antibiotik dan analgetik kami hanya 300 piece saat ini. Untuk kebutuhan cuci darah, BHP hanya tersedia sampai 3 Desember. Ini kritis. Kami butuh pasokan obat-obatan standar sesegera mungkin,” ujarnya.

Haili juga memfokuskan perhatian pada 24 warganya yang masih dinyatakan hilang.

“Prioritas pertama kami adalah mencari 24 saudara kita yang hilang dan memastikan semua pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar,” ujarnya.

Banjir dan longsor di Aceh Tengah menyebabkan 779 rumah warga rusak berat, 54.199 orang mengungsi, dan korban meninggal dunia mencapai 21 jiwa.

Di Kota Takengon sendiri, stok BBM mulai menipis di SPBU. Kondisi miris kini dihadapi RSUD Datu Beru karena persediaan BBM untuk genset semakin sedikit. Dikhawatirkan, bila BBM habis, operasional rumah sakit akan lumpuh dalam hitungan jam, dan ini berarti sektor kesehatan Aceh Tengah semakin terancam.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy