Gempa Beruntun di Burni Telong, Badan Geologi Peringatkan Bahaya Ini Jika Erupsi

Gunung Burni Telong di Bener Meriah
Gunung Burni Telong di Bener Meriah, direkam 10 Juni 2025. Foto: Line1.News/Fauzan My

Redelong – Gunung Api Burni Telong di Bener Meriah yang masih berstatus Waspada kembali mengalami peningkatan aktivitas pada Selasa, 25 November 2025.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat peningkatan kegempaan di gunung setinggi 2.623 meter di atas permukaan laut itu.

Gempa tektonik terjadi pukul 00.30 waktu Aceh dengan Magnitudo 4.3 yang berpusat sekira 16 kilometer dari kawah gunung.

Gempa tersebut diikuti peningkatan gempa vulkanik secara beruntun. Antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terekam 18 gempa vulkanik dalam, enam gempa tektonik lokal, dan enam gempa tektonik jauh.

Lihat: [Infografis] 5 Gempa Terdeteksi di Bener Meriah

Menurut Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria peningkatan kegempaan dipengaruhi peningkatan aktivitas tektonik regional di sekitar gunung.

“Hal ini terlihat dengan meningkatnya jenis gempa tektonik jauh maupun gempa tektonik lokal di sekitar Gnung Burni Telong,” ujar Lana dikutip Rabu, 26 November 2025.

Kondisi tersebut, tambah dia, telah terjadi sejak Juli 2025 dan ada enam kali peningkatan gempa vulkanik dalam. Sementara pengamatan visual menunjukkan aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati.

Menurut Lana, potensi bahaya Burni Telong bisa berupa erupsi yang dipicu gempa tektonik di sekitarnya atau erupsi tanpa adanya peningkatan kegempaan secara signifikan.

Baca juga: Gempa Guncang Bener Meriah Dua Kali di Tengah Guyuran Hujan Lebat

“Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa hembusan gas-gas vulkanik di daerah sekitar tembusan solfatara dan fumarol yang dapat membahayakan jika konsentrasi gas yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman,” ujarnya.

Dengan status level II saat ini, warga dan pendaki dilarang mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 1,5 kilometer.

“Dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy