Revitalisasi Terminal Arun Ubah Pola Suplai Elpiji di Aceh dan Sumbagut

Peresmian revitalisasi Terminal LPG Arun
Direktur Rekayasa Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo, Presiden Direktur Perta Arun Gas Yan Syukharial, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar dan lainnya menekan tombol sirene saat peresmian proyek revitalisasi Terminal LPG Arun, Senin, 24 November 2025. Foto: Humas Pertamina Patra Niaga

Lhokseumawe – Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan revitalisasi Terminal LPG Arun mengubah pola suplai gas elpiji di Aceh dan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Fasilitas yang diperbarui membuat proses pengiriman LPG tidak lagi melalui beberapa tahapan seperti sebelumnya.

Hari mengatakan suplai LPG untuk Aceh dan Sumbagut sebelumnya harus transit di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Setelah itu dipecah ke kapal berukuran menengah sebelum dilansir kembali dengan kapal kecil lalu dibawa truk ke berbagai wilayah.

“Proses ini panjang dan biaya logistiknya besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis usai peresmian revitalisasi Terminal LPG Arun, Senin, 24 November 2025.

Fasilitas yang telah ditingkatkan memungkinkan kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) berkapasitas 60.000–70.000 metrik ton (MT) bersandar langsung di Arun untuk memasok propane dan butane.

“Keberadaan terminal ini sangat membantu efisiensi maupun produktivitas kami dalam operasional,” ujar Hari.

Revitalisasi itu juga disebutnya memperkuat peran Terminal LPG Arun sebagai pusat distribusi LPG untuk Aceh dan Sumbagut.

Khusus untuk kedua wilayah itu, kata Hari, fasilitas yang dimiliki Pertamina Patra Niaga seperti tangki refrigerated 40.000 MT untuk propane, 50.000 MT untuk butane, serta dua unit pressurized berkapasitas 2.500 MT di Terminal LPG Arun.

Menurutnya, dengan beroperasinya fasilitas yang diperbarui, Terminal LPG Arun turut mengoptimalkan pola suplai, termasuk aktivitas pengalihan muatan dan pengiriman ke sejumlah terminal seperti Pangkalan Susu, Dumai, dan Tanjung Uban.

Aktivitas logistik di Terminal LPG Arun juga meningkat dari tahun ke tahun. Sepanjang 2024 tercatat 275 kunjungan kapal backloading dan 22 kapal impor. Hingga Mei 2025, terminal tersebut mencatat 177 kunjungan kapal backloading dan 10 kapal impor.

Revitalisasi Terminal LPG Arun telah berlangsung sejak 2017 dan kini seluruh tahapannya dinyatakan selesai. Terminal tersebut selama ini melayani penyaluran LPG subsidi (PSO) dan nonsubsidi (Non-PSO) untuk Aceh dan Sumbagut. Hingga Agustus 2025, realisasi pengiriman mencapai rata-rata 476 MT per hari, di mana 1 MT setara 1.000 kilogram.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy