Tingkat Pengangguran Terbuka Lhokseumawe Turun 0,23 Poin

Wali Kota Sayuti saat peluncuran aplikasi Pintu
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar saat peluncuran Aplikasi Portal Informasi Terpadu (Pintu), di Aula Kantor Wali Kota, Rabu, 20 Agustus 2025. Foto: Pemko Lhokseumawe

Lhokseumawe – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Lhokseumawe pada 2025 turun menjadi 8,24 persen, membaik 0,23 poin persentase dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,47 persen. Jumlah pengangguran tercatat 8.036 orang.

Meski masih menjadi daerah dengan TPT tertinggi di Aceh, penurunan itu tercatat sebagai yang terbaik keempat tingkat provinsi. Di atas Lhokseumawe ada Sabang (turun 0,28 persen), serta Subulussalam dan Banda Aceh, masing-masing 0,25 persen.

Data tersebut bersumber dari rilis indikator ketenagakerjaan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Lhokseumawe.

Baca juga: Sayuti Sebut Angka Pengangguran, Proyek Pengolahan Gas hingga Kilang Minyak di Lhokseumawe

Selain TPT, indikator yang dipublikasikan mencakup jumlah pengangguran, karakteristik penduduk bekerja berdasarkan lapangan usaha, status pekerjaan, dan tingkat pendidikan.

Secara umum, hampir seluruh kabupaten kota di Aceh mencatat penurunan TPT, kecuali Aceh Singkil yang meningkat dari 6,44 persen menjadi 6,55 persen.

Menurut Kepala BPS Lhokseumawe Sardi yang dikutip dari Laman Pemko Lhokseumawe, Sabtu, 22 November 2025, penurunan pengangguran dipengaruhi bertambahnya peluang kerja di berbagai sektor. Lapangan kerja muncul dari program pemerintah pusat, seperti pembukaan dapur MBG dan kebutuhan formasi di SPPG, serta dari pemerintah daerah melalui pengangkatan PPPK.

Baca juga: Pengangguran Lhokseumawe Tertinggi se-Aceh, Mahasiswa Ajak Semua Pihak Bersinergi

Pemko Lhokseumawe juga disebut menjalankan 15 program unggulan Wali Kota Sayuti Abubakar dan Wakil Wali Kota Husaini untuk menekan angka pengangguran.

Mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir, jaringan air bersih, ruang terbuka hijau, penataan pesisir, penyelesaian Islamic Center, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi pelayanan publik, ruang kreatif pemuda, jajan subuh berjamaah bagi remaja, bantuan sosial lansia miskin, beasiswa pelajar berprestasi, pengelolaan minyak ikan, hingga pemberdayaan sektor perikanan dan pertanian modern.

Sejumlah program bantuan sosial dan perumahan duafa turut diklaim berkontribusi pada turunnya angka kemiskinan di Lhokseumawe.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy