Bencana menimpa berbagai wilayah akhir-akhir ini. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia. Ada banjir, gempa bumi, hingga longsor tak henti-hentinya berdatangan.
Di tengah dunia yang sedemikian rupa itu, manusia harus mengikhtiari agar tak lagi terjadi. Berbagai macam cara harus diupayakan untuk mencegah kejadian serupa tidak lagi terulang.
Namun tidak cukup dengan itu, sebagai hamba Tuhan, manusia juga perlu menghambakan diri di hadapan-Nya. Hal itu diaktualisasikan dengan memanjatkan doa, memohon perlindungan dari-Nya agar tidak ditimpakan marabahaya bencana.
Adapun lafal doa agar terlindungi dari berbagai macam bencana yang dimaksud Adalah:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا
Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hadmi, wa a’ûdzu bika minat taraddî, wa a’ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a’ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a’ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a’ûdzu bika an amûta ladîghan.
Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy