Medan – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak meminta maaf kepada Ketua DPW Nasdem Sumut Iskandar buntut insiden salah tangkap. Iskandar sebelumnya ditangkap empat aparat Satreskrim Polrestabes Medan di Bandara Kualanamu pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Permohonan maaf disampaikan Calvijn saat menyambangi Kantor Nasdem Sumut dan melakukan pertemuan tertutup dengan Iskandar sekira satu jam.
“Puji Tuhan, pertemuan kita tadi, [suasananya] sangat-sangat kekeluargaan. Terima kasih Pak Iskandar, saya diberikan kesempatan bertemu langsung beliau berbincang terkait Kota Medan dan lainnya,” ucap Calvijn usai pertemuan dilansir Sumutpost.co.
Calvijn mengatakan, ia telah menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Iskandar atas insiden salah tangkap tersebut.
“Saya mengucapkan langsung permohonan maaf. Semoga kita sepakat ke depannya bisa menciptakan Kota Medan aman dan dapat dirasakan warga Kota Medan tentunya.”
Sementara Iskandar menghargai niat baik Kapolrestabes Medan bersilaturahmi dan langsung meminta maaf.
“Saya apresiasi dan menerima permohonan maaf dari pak Kapolrestabes Medan. Saya menyampaikan permohonan maaf ini, sekaligus pemulihan nama baik saya,” ucap Iskandar.
Namun, Iskandar tetap meminta keempat personel Satreskrim Polrestabes Medan itu diberikan sanksi tegas. Dia juga mengapresiasi Bidang Propam Polda Sumut yang menindak tegas empat polisi tersebut dengan melakukan penahanan atau penempatan khusus (patsus).
Melansir Kompas.com, Kasubbid Penmas Polda Sumut Kompol Siti Rohani menyampaikan empat personel Polrestabes Medan telah menjalani patsus. Mereka adalah Iptu J, Aiptu JP, Aiptu AS, dan Briptu ES.
Iskandar menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 19.25 WIB, ketika ia menaiki pesawat Garuda Indonesia GA193 dari Bandara Kualanamu menuju Jakarta.
Saat pesawat siap-siap untuk terbang dan semua penumpang sudah masuk, tiba-tiba empat-lima orang dari Avsec, kru pesawat, dan pria berbaju preman yang diduga polisi masuk ke pesawat.
Iskandar diminta turun karena disebut terlibat kasus yang sedang ditangani kepolisian. Ia pun kooperatif dan keluar dari pesawat bersama barang bawaannya.
Setelah keluar, Iskandar menanyakan kenapa ia ditangkap.
“Saya minta surat perintahnya. Dikasih tunjuklah. Di situ saya lihat, surat dari Polrestabes Medan. Memang ada nama Iskandar, kasus judi online,” ungkapnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
“Terus tiba-tiba ada yang teriak, ‘salah, salah, salah orang’. Mungkin polisi lah itu. Tak lama yang menurunkan saya ini menghindar. Jadi tidak mengaku polisi lagi mereka,” sambungnya.
Akibat kejadian itu, jadwal penerbangan mengalami delay sekitar 20 menit. Iskandar pun meminta Avsec menyampaikan permintaan maaf di dalam pesawat kepada seluruh penumpang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy