Tiga Santri Bireuen Raih Prestasi di MQK Internasional

Santri Bireuen prestasi di MQK Internasional 2025
Santri Bireuen yang mewakili Aceh meraih prestasi di MQK Internasional tahun 2025. Foto: Kemenag Aceh

Bireuen – Tiga santri dari Bireuen meraih prestasi di Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional tahun 2025.

Mereka ialah Teungku Ahmad Thaifur meraih juara III Tauhid Ulya, Naivasya Milhan juara harapan I Akhlak Ulya, dan Aliya Rahayu juara harapan I Tauhid Ulya. Ketiganya santri Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Samalanga, Bireuen.

Mereka mewakili Aceh dalam MQK Internasional, yang digelar di Pondok Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, 1-7 Oktober 2025.

Kepala Kantor Kemenag Bireuen, H. Zulkifli, mengatakan capaian ini menjadi bukti santri Bireuen memiliki potensi besar dalam memahami dan mengkaji kitab kuning sebagai khazanah keilmuan Islam.

“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, berjuang, dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang bergengsi,” kata Zulkifli, dikutip dari laman Kemenag Aceh, Minggu, 12 Oktober 2025.

Baca juga: Ini Daftar Juara MQK Provinsi Aceh 2025

MQK Internasional merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan para santri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri dalam kompetisi membaca, memahami, serta mengkaji kitab turats sebagai warisan intelektual Islam.

STQH Nasional XXVIII

Sementara itu, 20 duta Aceh yang akan bertanding di Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis Nasional (STQHN) XXVIII dinyatakan lolos verifikasi faktual. Seluruh peserta asal Aceh siap tampil pada ajang nasional yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Kafilah Aceh, H. Azhari, Kamis (9/10), mengatakan kafilah Aceh akan tampil mulai hari pertama lomba. STQH Nasional XXVIII berlangsung pada 11–18 Oktober 2025.

Aceh mengutus 20 peserta yang akan berlomba pada berbagai cabang. Di antaranya, tilawah anak-anak dan dewasa, tahfiz 1 dan 5 juz tilawah, tahfiz 10, 20, dan 30 juz, tafsir bahasa Arab, serta hafalan 100 dan 500 hadis dengan dan tanpa sanad.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy