Idi – Perajin batu bata di Aceh Timur, khususnya di Dusun Alue Dua, Desa Blang Gleum, Julok, banyak yang gulung tikar karena ongkos produksi meningkat.
Para perajin mengeluhkan kenaikan biaya produksi tidak diiringi dengan kenaikan harga produk batu bata.
Herizal, perajin batu bata di Blang Gleum mengatakan harga bahan baku batu bata seperti tanah liat, kayu bakar, dan jasa pembuatan kini semakin mahal.
“Kalau dulu sekitaran tahun 2020 harga kayu bakar per mobil angkutan Chevrolet Rp150 ribu, sekarang sudah mencapai Rp230 ribu,” ujarnya kepada Line1.News, Senin, 7 Juli 2025.
Sementara tanah liat untuk membuat batu bata, tambah Herizal, dulu dijual Rp80 ribu tapi sekarang sudah mencapai Rp120 ribu per dump truck.
Jasa pembuatan batu bata juga semakin melambung, dari Rp25 ribu kini menjadi Rp50 ribu per 1.000 batang. Ini ongkos pembuatan batu bata yang dicetak secara manual.
Adapun batu bata press yang dicetak menggunakan mesin juga naik dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per 1.000 batang.
“Bahan pokok dan jasa pembuatan mahal tetapi harga untuk kita jual masih di harga murah Rp450 per batang. Makanya banyak para perajin batu bata tanah liat di Dusun Alue Dua sudah menutup usaha mereka karena tidak sanggup bertahan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy