Banda Aceh – Realisasi keuangan APBA tahun anggaran 2025 terkesan masih lelet. Per 13 Juni, serapan keuangan baru 27,6 persen dari target 35,5% sampai 30 Juni. Sedangkan realisasi fisik 30 persen dari target 37%.
Data tersebut dilihat Line1.News, Sabtu, 14 Juni 2025, pada aplikasi Percepatan dan Pengendalian Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (P2K-APBA).
Baca juga: MaTA Minta Gubernur-Wagub Percepat Realisasi APBA 2025
Pagu APBA 2025 senilai Rp11 triliun (T) lebih terdiri dari Belanja Operasi Rp8,194 T, Belanja Modal Rp1 T, Belanja Tidak Terduga Rp45,42 miliar, dan Belanja Transfer Rp1,762 T lebih.
Realisasi Belanja Operasi per 13 Juni 2025 baru 28,82 persen dari target sampai 30 Juni sebesar 36,94 persen; realisasi Belanja Modal 10,30 persen dari target 17,43 persen; realisasi Belanja Tidak Terduga nihil; dan realisasi Belanja Transfer 32,39 persen dari target 39,72 persen hingga 30 Juni 2025.
Baca juga: Saatnya Mualem Benahi Pemerintah Aceh, ‘Kepemimpinan Birokrasi bukan karena Tangan Mugee’
Dari 55 Satuan Kerja Perangkat Aceh, 10 SKPA yang realisasi keuangan terendah per 13 Juni 2025 ialah Badan Kepagawaian Aceh (BKA) 4,96%, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) 5,22%, Sekretariat Baitul Mal Aceh (BMA) 9,36%, Dinas Pendidikan Dayah 9,38%, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) 14,86%.

[Tangkapan layar aplikasi P2K-APBA]
Lalu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) 14,89%, Dinas Pengairan 20,57%, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) 21,26%, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) 23,46%, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR 23,90%.
Satu-satunya SKPA yang realisasi keuangan sudah di atas 50 persen dan tertinggi per 13 Juni 2025 adalah Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Aceh.
Baca juga: Cek Realisasi APBA 2024, Serapan Keuangan Sejumlah SKPA Rendah
Sebelumnya, realisasi keuangan APBA tahun anggaran 2024 per 31 Desember senilai Rp11,323 T atau 97,08 persen (97,1%) dari pagu Rp11,672 triliun.
Target keuangan APBA 2024 sampai 31 Desember sebesar 96,2% dan realisasinya 97,1% atau melampaui target. Sedangkan realisasi fisik 99,5% dari target 100%.
Sebagai perbandingan, realisasi keuangan APBA tahun 2023 mencapai 98% dan 2022 sebesar 94%.
Pagu APBA 2024 Rp11,672 T terdiri dari Belanja Operasi Rp8,482 T, Belanja Modal Rp1,190 T, Belanja Tidak Terduga Rp8,60 miliar, dan Belanja Transfer Rp1,866 T lebih.
Dari 55 SKPA, 24 di antaranya serapan keuangan tahun 2024 mencapai 99,03% hingga lebih 100%. Satu-satunya SKPA dengan persentase realisasi keuangan di atas 100% dan tertinggi adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sebesar 106,92%.
Tiga SKPA realisasi keuangannya terendah atau di bawah 90%. Yakni, Sekretariat Baitul Mal pagu anggaran Rp254,53 miliar (M), realisasi Rp104,29 M atau 40,97%; Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA) pagu Rp29,85 M, realisasi Rp18,89 M atau 63,30%; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pagu Rp44,84 M, realisasi Rp34,31 M atau 76,51%.
Dari sisi jumlah realisasi keuangan terbanyak adalah Dinas Pendidikan Aceh senilai Rp2,93 T dari pagu Rp3 T lebih; serapan keuangan Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA) Rp1,99 T dari pagu Rp2,06 T; dan RSUDZA Rp1,01 T dari pagu Rp951,99 M.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy