Warga Inggris Gabung Tentara Israel Hadapi Tuduhan Kejahatan Perang Gaza

Serangan ke tenda jurnalis
Warga Palestina memeriksa kerusakan pada tenda yang menampung jurnalis di Khan Younis, Gaza selatan, setelah terkena serangan Israel. Foto: Hatem Khaled/Reuters

London – Sebuah tim pengacara di Inggris berencana mengajukan tuntutan kejahatan perang terhadap 10 warga Inggris yang ikut serta dalam perang Israel di Gaza

Menurut The Guardian, pengaduan tersebut menuduh Inggris terlibat serangan membabi buta terhadap wilayah sipil dan serangan terkoordinasi terhadap situs-situs yang dilindungi termasuk monumen bersejarah serta situs keagamaan, di antara kejahatan lainnya.

Salah satu pengacara terkemuka yang menangani kasus tersebut, Michael Mansfield, mengatakan warga negara Inggris memiliki kewajiban hukum untuk tidak berkolusi dengan kejahatan yang dilakukan di Palestina.

“Tidak seorang pun kebal hukum. Jika salah satu warga negara kita melakukan tindak pidana, kita harus melakukan sesuatu,” ujar Mansfield.

“Meskipun kita tidak dapat menghentikan pemerintah negara asing berperilaku buruk, setidaknya kita dapat menghentikan warga negara kita berperilaku buruk.”

Israel hingga kini terus menggempur Gaza. Laporan terbaru dari Al Jazeera menyebutkan, tentara zionis mengebom tenda penampungan wartawan di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Senin, 7 April 2025. Serangan ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai tujuh lainnya.

Serangan baru itu terjadi setelah militer Israel menewaskan lebih dari 50 orang dan memerintahkan penduduk lima lingkungan di pusat Deir el-Balah mengungsi.

Pasukan Israel juga telah menembak dan membunuh seorang anak laki-laki Palestina-Amerika di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 50.695 warga Palestina dipastikan tewas dan 115.338 terluka dalam perang Israel di Gaza.

Kantor Media Pemerintah memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan orang yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas.

Hari ini, warga di beberapa kota Tepi Barat yang diduduki Israel menggelar pemogokan umum sebagai protes atas pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza.

Aksi mogok diikuti penutupan toko di Ramallah, el-Bireh, Nablus dan Tulkarem, serta di Yerusalem Timur.

Gerakan solidaritas Gaza telah menyerukan pemogokan global ketika Netanyahu diperkirakan akan mengunjungi Gedung Putih dan PBB memperingati Hari Kesehatan Dunia.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy