DLH Bersihkan Sampah Dekat SMAN 1 Lhokseumawe, ‘Ada Truk Pengangkut tak Ganti Oli Setahun’

Sampah dekat SMAN 1 Lhokseumawe
Petugas DLH Lhokseumawe mengangkut sampah yang menumpuk di trotoar Jalan Pendidikan samping SMAN 1 Lhokseumawe, Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kamis, 20 Februari 2025. Foto: Dokumen DLH Lhokseumawe

Lhokseumawe – Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe telah mengangkut sampah yang menumpuk di trotoar Jalan Pendidikan Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis siang, 20 Februari 2025.

Hal itu merespons keluhan warga terkait tumpukan sampah di dekat SMAN 1 Lhokseumawe yang dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi menjadi sumber penyakit.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Lhokseumawe, Ridwan Puteh menyebut pihaknya rutin mengangkut sampah di lokasi tersebut setiap harinya. “Kami juga menyiagakan petugas kebersihan untuk menyapu sampah setiap pagi,” ujarnya dikutip Line1.News pada Jumat (21/2).

Namun, kata Ridwan, meski telah dilakukan tindakan rutin, sampah tetap menumpuk akibat kurangnya kesadaran dari warga dalam membuang sampah pada tempatnya. “Menurut info dari warga sekitar, sampah tersebut berasal dari beberapa desa yang sengaja dibuang warga ke lokasi itu. Padahal, di situ sudah ada imbauan larangan membuang sampah,” ujar Ridwan.

Bahkan, menurut Ridwan, pihak Desa Hagu Selatan juga telah mendirikan posko untuk mengawasi warga yang membuang sampah sembarangan. Meski demikian, masih banyak warga yang melanggar.

Baca juga: Sampah Menumpuk Dekat SMAN 1 Lhokseumawe, Realisasi Program Wali Kota Ditunggu Warga

DLH juga telah menerima teguran dari Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, T. Adnan, yang meminta petugas bekerja lebih ekstra dalam menangani masalah sampah terutama di pusat kota. Sehingga sesuai dengan program kerja Wali Kota Lhokseumawe, Doktor Sayuti Abubakar yang menginginkan agar daerah yang pernah dijuluki petrodolar tersebut dapat terbebas dari masalah sampah.

“Kita ditegur oleh Pak Sekda dan diminta agar bekerja lebih ekstra dalam menangani sampah di Lhokseumawe sesuai dengan program kerja Wali Kota,” ungkap Ridwan.

Karena itu, pihak DLH mengimbau masyarakat agar membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Sebab, permasalahan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi perlu dukungan dari masyarakat.

Kendala Penanganan Sampah

Ridwan mengatakan dalam menangani sampah di Kota Lhokseumawe, pihaknya mengalami berbagai persoalan dan kendala terutama dalam hal fasilitas. Di antaranya, banyak armada pengangkut sampah yang telah rusak, jumlah bin kontainer pengangkut sampah terbatas, dan alat berat untuk mengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) belum dimiliki oleh DLH.

Bahkan, lanjut Ridwan, ada armada truk pengangkut sampah yang tidak diganti oli selama satu tahun. Padahal, proses pergantian oli mestinya dilakukan tiga bulan sekali. Selain itu, truk pengangkut sampah tersebut juga memerlukan perawatan lainnya. “Seperti ganti ban dan servis rutin yang harus dilakukan secara swadaya oleh sopir truk, agar pekerjaan tetap berjalan dan sampah tidak menumpuk di permukiman masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebut sejak dua tahun terakhir untuk meminta bon perbaikan truk pengangkut sampah sangat sulit. “Ya, dari pada macet lebih baik kami cari solusi sendiri. Apalagi saat ini banyak bengkel di Lhokseumawe yang tidak mau kerja sama dengan DLH, karena bon perbaikan yang diberikan oleh Sekretaris DLH kepada para sopir tidak diterima oleh pihak bengkel karena terkendala saat proses pembayaran” pungkas Ridwan Puteh.[]

Reporter: Fajar Siddik

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy