An-Nasr merupakan surah ke-110 dalam urutan mushaf Al-Qur’an. Termasuk surah terpendek, hanya tiga ayat, sehingga mudah dihafalkan dan sering menjadi bacaan andalan dalam salat.
Menurut kesepakatan ulama, An-Nasr diturunkan di Kota Madinah. Surah ini merupakan surah terakhir yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhamad SAW.
Meskipun pendek, Surah An-Nasr mengandung banyak hal, yakni menceritakan tentang janji Allah SWT atas kemenangan Kota Makkah, pertolongan Nabi terhadap orang-orang musyrikin, dan berkembangnya agama Islam ke seluruh Jazirah Arab.
Surah An-Nasr juga mengabarkan akan hilangnya kegelapan syirik dan penyembahan berhala, kabar tentang dekatnya wafatnya nabi, serta perintah bertasbih, memuji, dan beristigfar kepada Allah SWT.
Berikut arti dari Surah An-Nasr:
“1) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, 2) dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, 3) bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.”
Imam Ibnu ‘Asyur menjelaskan penamaan An-Nasr merujuk pada frasa “nashrullah” di dalamnya. Selain itu, surah ini juga dikenal sebagai Surah At-Taudi’ karena mengisyaratkan perpisahan Nabi Muhammad, yang berarti beliau akan segera berpisah dan kembali ke sisi Allah.
Keutamaan Surat An-Nasr
Imam Ibnu Katsir menjelaskan hadis dari sahabat Anas bin Malik mengenai keutamaan membaca Surah An-Nasr, yang merupakan seperempat dari Al-Qur’an, yaitu: “Diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada seorang laki-laki dari sahabatnya: “apakah engkau akan menikah wahai fulan?”, dia menjawab: “tidak, demi Allah wahai Rasulullah saya tidak memiliki apa-apa untuk menikah” Rasulullah berkata: “apakah engkau tidak hafal surah qullhu allahu ahad?” dia menjawab: “iya, hafal” Rasulullah berkata: “surah itu ialah sepertiganya Al-Qur’an, Rasulullah berkata lagi: “apakah engkau tidak hafal surah idza jaa an-nasyrullahi wal fathi? dia menjawab: “iya, hafal” Rasulullah berkata: “surat itu ialah seperempatnya Al-Qur’an”, Rasulullah berkata lagi: “apakah engkau tidak hafal surah qul ya ayyuhal kafirun?”, dia menjawab: “iya, hafal” Rasulullah berkata: “surah itu ialah seperempatnya Al-Qur’an”, Rasulullah berkata lagi: “apakah engkau tidak hafal surah idza zulzilatil ardhu zilzalaha?”, dia menjawab: “iya, hafal” Rasulullah berkata: “surah itu ialah seper-empatnya Al-Qur’an”, maka menikahlah menikahlah!”
Waktu Turunnya Surah An-Nasr
Syekh Wahbah Zuhaili memaparkan, ada dua pendapat mengenai waktu turunnya Surah An-Nasr. Pendapat pertama mengatakan surah itu diturunkan Allah pada tahun 10 Hijriah, dua tahun setelah Fathu Makkah atau kemenangan Kota Makkah pada Ramadhan tahun 8 Hijriah.
Diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW masih hidup selama 70 hari setelah surah ini diturunkan. Kemudian Rasulullah wafat pada Rabi’ul Awal 10 Hijriah. Karena itu, karena Surah An-Nasr disebut juga sebagai Surat Perpisahan atau Surah at-Taudi’.
Pendapat kedua, Surah An-Nasr diturunkan sebelum terjadinya Fathu Makkah. Surah ini merupakan janji Allah SWT untuk menolong dan memberikan kemenangan kepada penduduk Makkah.
Pesan dan Hikmah Surah An-Nasr
Syekh Wahbah Zuhailli juga menjelaskan terdapat beberapa pesan dan hikmah yang tersirat dalam Surah An-Nasr.
Pertama, setiap nikmat dari Allah SWT mewajibkan rasa syukur, pujian, dan sanjungan kepada-Nya. Di antara nikmat yang paling agung yang diberikan kepada Nabi dan umatnya ialah terwujudnya kemenangan dan keberhasilan atas musuh-musuh, serta penaklukan Makkah, ibu kota Arab dan Islam, dan tempat Baitul Haram atau Ka’bah yang mulia, kiblat umat Islam.
Kedua, di akhir surah ini, Allah memerintahkan Nabi memperbanyak salat, membaca tasbih, dan bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan.
Ketiga, agama yang Allah akui ialah Agama Islam, sesuai firman Allah dalam Surah Ali Imran (19): “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah ialah Islam…”
Keempat, mayoritas ulama fiqih dan ilmu kalam berpendapat bahwa iman seorang muqallid (mengikuti tanpa dalil) adalah sah. Hal ini karena Allah menghukumi sah imannya kelompok-kelompok yang disebutkan dalam surat tersebut.
Kelima, ayat ini menunjukkan keutamaan tasbih dan tahmid, karena menjadikannya cukup untuk menunaikan apa yang wajib atas Nabi dan umatnya berupa syukur terhadap nikmat pertolongan dan kemenangan.
Keenam, para sahabat sepakat bahwa surat ini menunjukkan pemberitahuan kematian kepada Nabi Muhammad SAW.
Walhasil, Surah An-Nasr memiliki nuansa senang dan sedih. Kemenangan yang diraih kaum Muslimin di Kota Makkah dan banyaknya orang yang berbondong-bondong masuk Islam mencerminkan perasaan senang.
Di sisi lain, Surah An-Nasr menandai akhir tugas Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah, karena Islam telah berkembang dan sempurna. Setelah An-Nasr diturunkan, tiba saatnya Nabi berpulang ke sisi Allah SWT. Wallahu a’lam.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy