Lhokseumawe – Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe, Indra Phonna Dewantara, lulus seleksi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) tahun 2024.
STMKG merupakan sekolah kedinasan di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Setelah lulus, para taruna langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan penempatan di seluruh Indonesia.
Ruang lingkup kerja taruna STMKG di bawah kedinasan BMKG adalah melakukan pengamatan cuaca khusus sesuai kebutuhan jaringan, antara lain radar cuaca dan penerima citra satelit, termasuk peringatan gempa bumi dengan data akurat.
Indra merupakan santri Misbahul Ulum Angkatan ke-27 atau Marayal Intishar. Dia anak pertama dari pasangan Eko Susanto dan Nora Susita, yang tinggal di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara satu, Kota Lhokseumawe.
Indra menceritakan awalnya ia mengetahui informasi seleksi penerimaan Taruna Baru STMKG pada 22 Mei 2024. “Informasi ini saya dapatkan dari hasil diskusi bersama orang tua saya dan wali kelas saya Ustaz Juanda kala itu, berawal dari sana saya mempelajari tentang STMKG,” ujar Indra dikutip Minggu, 8 Desember 2024.
Seiring berjalannya waktu, ketertarikan Indra untuk mempelajari mengenai fenomena langit dan bumi menjadi semakin bertambah. Sebab, kata da, teknologi yang digunakan BMKG dalam meneliti atau memprediksi fenomena alam semakin canggih.
Dengan dukungan dari keluarga dan pesantren, Indra pun membulatkan tekad mendaftar seleksi STMKG dan bersaing dengan seluruh peserta di Indonesia.
Di lingkungannya, kata Indra, STMKG tak begitu populer dibandingkan sekolah kedinasan yang lain seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). “Mayoritas kawan-kawan saya hanya mengetahui IPDN, padahal masih banyak sekolah kedinasan lainnya,” ujarnya.
Proses Seleksi STMKG
Indra mendaftar sebagai Calon Taruna STMKG melalui website dikdin.bkn.go.id pada 23 Mei 2024. “Alhamdulillah, berkas yang saya upload diterima oleh sistem dengan baik, tahap awal sudah membuat saya sedikit tenang,” ujarnya.
Setelah itu, ia mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan memperoleh skor 451 atau sangat memuaskan. Pada hari pengumuman 12 Agustus 2024, Indra termasuk dalam 100 orang yang dinyatakan lulus dari 1.972 peserta yang mendaftar di jurusan instrumentasi MKG. Bahkan, ia menempati rangking keempat se-Indonesia dalam seleksi SKD.
Selanjutnya, ia mengikuti seleksi Computer Assisted Test (CAT), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 30 Agustus 2024. Setelah itu tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh.
Lalu pada 12 September 2024 mengikuti tes jasmani dan wawancara di Stasiun Meteorologi Kelas I Bandara Sultan Iskandar Muda. Indra berhasil menyelesaikan target yakni lari sejauh 2,4 kilometer dalam waktu kurang lebih 11 menit.
Selesai dari tes itu dilanjutkan ke wawancara. “Meskipun sangat kelelahan dalam menghadapi ujian fisik, namun saya selalu ingat bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil,” ucapnya.
Saat pengumuman akhir pada 24 September 2024, Indra dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan di STMKG sebagai taruna baru angkatan 2024. “Saya sangat senang dan sangat bersyukur pada Allah ta’ala dikarenakan, Alhamdulillah nama saya tertera di sana dan saya diterima menjadi Taruna STMKG tahun 2024”.
Indra juga menambahkan bahwa hasil ini tidak pernah terlepas dari usaha, doa orang tua, bimbingan guru dan semangat dari kawan-kawan di pesantren. “Saya tidak pernah menyangka, walau saya mondok di Pesantren selama enam tahun, saya bisa lulus seleksi di Sekolah Kedinasan Negara.”
Kini, berkat lulus di STMKG, Indra sudah sangat meringankan beban kedua orang tuanya karena seluruh pendidikannya gratis dan ditanggung oleh pemerintah.
Selain itu, Taruna STMKG juga mendapatkan tunjangan ikatan dinas atau yang bisa disebut dengan uang saku setiap bulannya. Ketika lulus nanti, taruna STMKG akan diangkat menjadi aparatur sipil negera golongan IIIA dis kantor BMKG seluruh Indonesia.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy