Jakarta – BMKG merilis serangkaian prediksi musim hujan 2024/2025 di Indonesia. Secara umum, puncak musim hujan diprediksi terjadi di November 2024 hingga Februari 2025, yaitu sebanyak 553 ZOM atau 79,1 persen.
ZOM atau Zona Musim adalah wilayah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau. Luas wilayah ZOM tak selalu sama dengan luas wilayah administrasi pemerintahan. Satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten, atau sebaliknya, satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Menurut BMKG, awal musim hujan 2024/2025 umumnya diprediksi mulai Oktober 2024 yakni 210 ZOM atau 30,04 persen, November 2024 di 181 ZOM (25,9 persen) dan Desember 2024 di 28 ZOM (4 persen).
Dibandingkan dengan normal, sebut BMKG, awal musim hujan 2024/2025 diprediksi maju yaitu 267 ZOM (38 persen).
“Sedangkan sifat hujan pada periode musim hujan diprediksi normal yaitu 448 ZOM (64,1 persen). Dan durasi pada periode musim hujan diprediksi lebih panjang dari normalnya di 361 ZOM (51,6 persen),” tulis BMKG di situsnya dilihat pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Fahri Radjab, Kepala Pusat Informasi Perubahan Ikim Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG menyebutkan dari sisi sifat hujan pada 2024/2025 di sebagian wilayah Indonesia masuk dalam kategori sifat hujan normal.
“Namun bukan berarti dengan sifat hujan normal tersebut kita tidak mewapadai dan tidak melakukan Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. Sebab, sifat hujan normal pun, kategori hujannya sudah cukup tinggi,” ujarnya.
Yang perlu diwaspadai, kata Fahri, potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan fenomena lainnya khususnya saat peralihan dari musim kemarau dan puncak musim hujan.
Berdasarkan prediksi tersebut, BMKG mengimbau kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipastif terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode musim hujan.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih optimal mengedukasi masyarakat tetang cara menghadapi resiko bencana yang berpotensi terjadi selama periode musim hujan, serta pentingnya memperhatikan peringatan dini [BMKG].”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy