3 Juta Liter Air Bersih Telah Disalurkan untuk Atasi Kekeringan di Lhoknga

Mobil damkar mendistribusikan air bersih di Gampong Lambaro Seubun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (28/7/2024). Foto: Humas Pemkab Aceh Besar
Mobil damkar mendistribusikan air bersih di Gampong Lambaro Seubun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (28/7/2024). Foto: Humas Pemkab Aceh Besar

Jantho – Sejak 4 hingga 31 Juli 2024, sebanyak 3.042.500 liter air bersih telah disalurkan untuk 29 desa di Aceh Besar. Penyaluran air bersih itu dihitung sejak berdirinya Posko Tanggap Darurat Kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar di Kecamatan Lhoknga.

Perwakilan Posko Tanggap Darurat Kekeringan BPBD Aceh Besar, Firdaus, merincikan, Pemerintah Aceh Besar melalui BPBD Aceh Besar menyalurkan 2.186.500 liter. Selain itu, kata Firdaus, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh menyalurkan 355.000 liter.

“PDAM Tirta Mountala 169.000 liter, PDAM Tirta Daroy 360.000 liter, Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Aceh 88.000 liter, dan pihak lainnya 208.000 liter,” ujar Firdaus, Kamis dikutip Senin, 5 Agustus 2024.

Dari rincian tabel penyaluran air bersih yang dilihat Line1.News, jumlahnya makin meningkat hingga akhir Juli. Terbanyak pada 29 Juli lalu ada 180 ribu liter air yang disalurkan.

Adapun 27 gampong di Lhoknga yang menerima penyaluran air bersih tersebut, sebut Firdaus, yaitu Meunasah Bale Lampuuk, Meunasah Blang Lampuuk, Meunasah Mesjid Lamlhom, Lamgirek, Meunasah Beutong, Meunasah Baro Lamlhom, Meunasah Mon Cut, Meunasah Manyang, Meunasah Lambaro, Lampaya, Weu Raya, Mon Ikeun, Lamgaboh, Lamkruet, Aneuk Paya, Naga Umbang, Lam Ateuk, Kueh, Lamcok, Nusa, Tanjong, Seubun Ketapang, Meunasah Karieng, Seubun Ayon, dan Lambaro Seubun.

“Selain 27 gampong di Kecamatan Lhoknga, ada dua gampong lainnya di Kecamatan Peukan Bada juga menerima penyaluran air bersih, yakni Lampisang dan Keuneu,” ujarnya.

BPBD Aceh Besar berharap air bersih itu dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana kekeringan selama masa tanggap darurat. “BPBD Aceh Besar berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan selama kondisi kekeringan ini berlangsung.”

Air Kolam Mata Ie untuk Lhoknga yang Kekeringan

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur, mengatakan salah satu penyebab kekeringan Lhoknga karena kemarau berkepanjangan.

Air tanah di Lhoknga, kata Mahdinur, sebagian besar berasal dari kwasan karst pada media rekahan di bawah tanah. Aliran air pada media rekahan ini, kata dia, sangat bergantung pada tingkat curah hujan.

Berdasarkan data curah hujan dari Stasiun Klimatologi BMKG Indrapuri, awal 2024 curah hujan rata-rata berada di bawah 100 mm, pada Februari hanya 48 mm dan April 60 mm. Kondisi curah hujan yang rendah ini bahkan bersifat di bawah normal.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy