10 Tahun Rusak Parah, Jalan Line Pipa Akhirnya Diperbaiki PLN NPUP Arun

Perbaikan jalan line pipa
Perbaikan Jalan Line Pipa di kawasan Padang Sakti, Lhokseumawe. Foto: PLN NPUP Arun

Lhokseumawe – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (NPUP) Arun memperbaiki Jalan Line Pipa yang rusak parah di kawasan Simpang Line Pipa, Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu, 9 Februari 2025.

Menurut warga, jalan milik perusahaan migas di Aceh itu telah rusak sejak sepuluh tahun terakhir tanpa perbaikan dari pihak terkait.

Pelaksana harian Manager PT PLN NPUP Arun, Andy Prasetyo mengatakan perbaikan Jalan Line Pipa merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yang mengeluhkan akses jalan yang rusak. Perbaikan dilakukan cara pengaspalan sepanjang 90×9 meter.

Baca juga: DPRK Lhokseumawe Minta PGE Perbaiki Saluran Penyebab Lahan Warga jadi ‘Waduk’

“Kami berharap kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan oleh PT PLN Nusantara Power UP Arun ini dapat membantu masyarakat untuk beraktivitas terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya kepada Line1.News.

Camat Muara Satu Taruna Putra Satya mengungkapkan kondisi Jalan Line Pipa, terutama di kawasan Padang Sakti, sangat memprihatinkan karena kerap menimbulkan kecelakan saat musim penghujan.

Menurutnya, jalan itu bukan milik pemerintah daerah melainkan dikelola oleh salah satu perusahan migas di Aceh.

Baca juga: Ini Sederet Proyek Tender dan Swakelola di Dinas PUPR Lhokseumawe Tahun 2024

“Saya selaku camat berharap kepada seluruh perusahaan di Kecamatan Muara Satu terutama pemilik aset jalan ini, untuk membantu masyarakat dengan memperbaiki Jalan Line Pipa, mengingat jalan ini dimanfaatkan oleh masyarakat banyak untuk berbagai aktivitas,” ujarnya.

Taruna mengapresiasi perbaikan jalan yang dilakukan PLN NPUP Arun karena setidaknya bisa membantu masyarakat yang ingin merasakan akses jalan bagus.

Penjabat Geuchik Padang Sakti Samsul Bahri menyebutkan kondisi jalan itu berlumpur saat musim hujan dan penuh debu ketika kemarau.

Banyaknya lubang di jalan itu, sebut Samsul, membahayakan pengendara yang melintas.

“Terlebih lagi, jalan itu dimanfaatkan warga dari lima desa terutama petani, untuk mengangkut hasil pertanian dari Kecamatan Muara Satu menuju pusat kota dan pajak Batuphat,” ungkapnya.

Selain itu, kata Samsul, Jalan Line Pipa itu menjadi jalur alternatif penghubung Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, yang juga digunakan mahasiswa yang kuliah di Kampus Unimal Bukit Indah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy