USK Kukuhkan 4 Profesor Baru, Ini Fokus Riset Mereka

4 profesor baru USK
4 profesor baru USK menjalani pengukuhan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin, 30 Juni 2025. Foto: Humas USK

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengukuhkan empat profesor baru–tiga di antaranya perempuan–dari berbagai bidang keilmuan, Senin, 30 Juni 2025.

Keempat profesor tersebut adalah Prof. Dr. drh. Sri Wahyuni, M.Si., Prof. Dr. drg. Cut Soraya, M.Pd., Sp.KG., Prof. Dr. dr. Sulaiman Yusuf, Sp.A., dan Prof. Dr. Ners. Marlina, S.Kep., M.Kep, Sp.MB.

Melansir Laman USK, para profesor baru ini telah melalukan berbagai riset dan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Profesor Sri Wahyuni meneliti peran strategis struktur mikroskopis pada organ reproduksi dalam memastikan kualitas sperma sapi, sehingga peternak dapat memastikan kualitas dan produktivitas hewan ternak.

“Melalui pendekatan anatomi reproduksi, Prof Sri Wahyuni menemukan cara mendeteksi tingkat fertilitas sapi jantan Aceh secara presisi, melalui pengamatan mikroskopis terhadap keutuhan akrosom spermatozoa,” tutur Rektor USK Profesor Marwan saat seremoni pengukuhan yang dipimpin Ketua Senat Akademik Universitas, Profesor Abubakar di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam.

Sementara Profesor Cut Soraya dengan kepakarannya berupaya menghadirkan inovasi dalam bidang konservasi gigi, melalui pengembangan larutan irigasi saluran akar berbasis daun kelor.

Dengan menggabungkan bahan alami dan teknologi nano seperti karbon quantum dots, Soraya menciptakan larutan yang efektif melawan bakteri saluran akar, sekaligus ramah lingkungan. Inovasi ini menjawab kebutuhan terapi yang lebih aman, efektif dalam proses perawatan gigi.

Adapun Profesor Sulaiman Yusuf memfokuskan keilmuannya pada keterkaitan antara diare, stunting, dan mikrobiota usus anak melalui pendekatan mutakhir berbasis pemeriksaan Next Generation Sequencing.

“Penelitian Prof Sulaiman membuktikan bahwa anak dengan kondisi stunting memiliki keragaman mikrobiota usus yang jauh lebih rendah dibandingkan anak sehat. Ini membuka jalan baru dalam upaya pencegahan dan intervensi stunting bukan hanya dengan perbaikan gizi, tetapi juga melalui pendekatan biologis mikroba yang mendukung penyerapan nutrisi dan imunitas usus,” sebut Marwan.

Terakhir, Profesor Marlina dengan kepakaran di bidang keperawatan medikal bedah telah mengabdikan dirinya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stroke melalui pendekatan inovatif dalam asuhan keperawatan.

Marlina memperkenalkan sebuah kontribusi penting berupa model independensi perawatan diri yang berfokus pada peningkatan kemandirian pasien pascastroke. “Karya Prof Marlina tidak hanya memperkaya khazanah keperawatan di ranah akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi konkret dalam sistem layanan kesehatan masyarakat,” ujar Marwan.

20 Profesor Per Tahun

Lima tahun terakhir, kata Marwan, USK mengukuhkan rata-rata lebih dari 20 profesor setiap tahunnya. “Tahun ini, Insya Allah USK akan mengukuhkan 37 profesor baru,” ungkapnya.

Adapun jumlah dosen USK yang lulus uji kompetensi kenaikan jabatan akademik dosen untuk periode Maret-Juni 2025 sebanyak 10 orang Guru Besar dan 17 orang Lektor Kepala.

“Maka saat ini, jumlah total profesor aktif di USK telah mencapai 216 orang. Alhamdulillah, jumlah tersebut telah memenuhi target 10 persen dari total dosen USK.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy