Jakarta – Dinas Perhubungan Sumatra Utara (Dishub Sumut) bersama UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions) menggagas pengembangan transportasi rendah karbon yang ramah lingkungan dan inklusif di kawasan aglomerasi Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang).
Kepala Dishub Sumut Agustinus Panjaitan menyampaikan hal itu di acara Achieving Inclusive Low-Emission Mobility in Indonesia yang digelar UK PACT bersama Clean Air Asia dan York University di Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2025.
Acara tersebut membahas strategi mengurangi polusi udara dari sektor transportasi sekaligus memastikan infrastruktur yang mendukung mobilitas penyandang disabilitas.
Agustinus memaparkan beberapa langkah yang telah dilakukan Pemprov Sumut di kawasan Mebidang, yakini menyiapkan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai transportasi umum yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan, serta mendorong pembentukan Lembaga khusus yang mengatur dan mengelola sistem transportasi.
Selain itu, kata Agutinus, melibatkan masyarakat dan komunitas disabilitas dalam perencanaan kebijakan agar transportasi lebih inklusif.
Terakhir, mencari sumber pendanaan inovatif tanpa bergantung pada anggaran pemerintah saja. “Sebagai contoh beberapa tahun terakhir Pemprov Sumut mendapatkan pembiayaan hibah luar negeri dari Pemerintah Prancis, Korea Selatan dan Inggris termasuk AFD dan World Bank,” ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu, 2 Maret 2025.
Agustinus berharap acara itu bisa memperkuat sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih bersih, nyaman, dan inklusif.
“Dengan kerja sama yang baik, target pengurangan polusi dapat tercapai, dan masyarakat menikmati transportasi yang lebih baik di masa depan.”
Inisiatif yang dilakukan Pemprov Sumut itu sejalan dengan target pemerintah Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen pada 2030, atau 41 persen dengan dukungan internasional.
Selain itu, pemerintah menargetkan 23 persen energi yang digunakan di Indonesia berasal dari energi terbarukan pada 2025.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan berbagai langkah seperti meningkatkan kualitas transportasi umum agar lebih nyaman dan mudah diakses serta mendorong penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, mengembangkan sistem transportasi terintegrasi guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta memastikan infrastrukturnya memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy