Trans Koetaradja Hadirkan Trayek Feeder 9, Layani Warga Baitussalam Aceh Besar

Sekda Nasir inspektur upacara Harhubnas
Sekda Aceh, M. Nasir saat menjadi inspektur upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Banda Aceh. Foto: Humas Pemerintah Aceh

Banda Aceh – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh resmi meluncurkan rute baru Trans Koetaradja jurusan Simpang Mesra-Kajhu, yang dilayani dua bus feeder setiap hari. Layanan ini dihadirkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat, khususnya warga Baitussalam, Aceh Besar.

“Trayek Feeder 9 (Rute Simpang Mesra – Kajhu) ini akan dilayani oleh 2 unit bus medium dengan waktu operasional pukul 06.50 WIB dan berakhir pukul 17.30 WIB yang dimulai dari Simpang Mesra melewati Jalan Laksamana Malahayati dan berakhir di Pasar Labuy,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Teuku Faisal, pada puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025, di Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, Rabu, 17 September 2025.

Faisal menyampaikan tujuan utama layanan Trans Koetaradja untuk mengatasi kemacetan serta menyediakan sarana transportasi yang mudah dan nyaman bagi masyarakat.

“Bus Trans Koetaradja sudah beroperasi sejak 2016 dan sampai sekarang masih gratis karena disubsidi oleh Pemerintah Aceh. Ini sesuai pesan Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, agar masyarakat selalu mendapat kemudahan dalam beraktivitas,” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis.

Dia menuturkan bila terdapat pelayanan yang kurang memuaskan pada rute baru ini, Dishub Aceh melalui UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja menyediakan layanan pengaduan yang aktif setiap hari selama 24 jam.

“Silakan sampaikan melalui nomor aduan tersebut. Masyarakat juga bisa memberi masukan melalui aplikasi Trans Kutaraja,” kata dia.

Pada Harhubnas kali ini, Dishub Aceh menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh transportasi asal Aceh. Penghargaan Tokoh Inspiratif diberikan kepada Capt. Ichsan, pilot maskapai Garuda Indonesia, yang juga putra Aceh.

Ichsan merupakan pilot yang membawa Jemaah haji Aceh sejak 2008 lalu. Selanjutnya, pada 2005, Ichsan juga menerbangkan 1.600 jemaah haji asal Aceh dalam empat kelompok terbang (kloter).

Sementara kategori Insan Transportasi Berdedikasi dianugerahkan kepada Tarmizi, pengemudi labi-labi trayek Seulimum–Banda Aceh yang telah lebih dari 25 tahun mengabdi.

Konektivitas yang Lebih Mudah

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir bertindak sebagai inspektur upacara Harbubnas 2025. Nasir juga menyerahkan langsung penghargaan tersebut didampingi Kepala Dinas Perubungan Aceh, Teuku Faisal.

Dalam kesempatan itu, Nasir menyampaikan pentingnya memperkuat konektivitas antarwilayah di Aceh. Menurutnya, saat ini masih ada rute darat dan laut yang memerlukan terobosan besar.

“Sekarang ini dari Banda Aceh ke Singkil butuh 16 jam, begitu juga ke Simeulue. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk membangun konektivitas yang lebih mudah, murah, dan cepat,” kata Nasir.

Dia mencontohkan akses jalan ke Muara Situlen Aceh Tenggara yang mestinya dapat ditempuh dalam waktu satu jam dari Subulussalam, namun masih harus memutar melalui Sumatera Utara hingga memakan waktu tujuh jam.

“Alhamdulillah, saya dengar sudah ada sinyal positif dari Kementerian PU untuk membuka akses ini,” ujar Nasir.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy