Terlalu Berambisi pada Dunia? Simak Hadis Nabi Ini

Ilustrasi ambisi
Ilustrasi ambisi. Foto: vecteezy.com/Pichit Kamsing

Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk hidup nyaman di dunia. Namun, sering kali ambisi yang terlalu berlebihan bisa menumpulkan rasa iman dalam dada seorang Muslim.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menjadikan dunia sebagai ujung akhir ambisinya, Allah akan pisahkan ia dengan yang diinginkannya itu (dunia), lalu Allah akan menjadikan kefakiran membayang di pelupuk matanya. Padahal, Allah sudah pasti akan memberikan dunia kepada setiap orang sesuai dengan yang telah Dia tetapkan.

“Namun, siapa yang menjadikan akhirat sebagai ujung akhir ambisinya, maka Allah akan mengumpulkan dan mencukupi segala kebutuhannya di dunia. Lebih dari itu, Allah akan membuat hatinya menjadi kaya. Dunia akan selalu mendatanginya, meskipun ia enggan untuk menerimanya.”

Kisah yang disarikan dari hadis riwayat Ibnu Majah itu menunjukkan, seorang Mukmin hendaknya menyadari terbatasnya kehidupan yang fana ini. Hidup yang lebih utama ada di negeri akhirat.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. Keberadaanku di dalam dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkan pohon tersebut,” (Hadis Riwayat Tirmidzi).

Karenanya, ambisi dalam urusan duniawi cukuplah sekadarnya. Dunia ini sejatinya hanyalah tempat persinggahan belaka dan ladang untuk menanamkan amal kebaikan.

Hal itu ternukil dalam Surat Muhammad ayat 36, yang artinya: “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu.”

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan ambisinya semata-mata untuk meraih akhirat, maka Allah akan mencukupi kebutuhan dunianya. Namun, barangsiapa yang berambisi meraih dunianya bermacam-macam, Allah tak akan peduli dengan yang ia inginkan. Orang itu justru akan menemui kehancurannya sendiri.”

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy