Tensi Tinggi Menyerang Sejumlah Kepala Daerah Peserta Retret Akmil

Kepala daerah peserta retret di akmil magelang
Sejumlah kepala daerah peserta retret yang mengenakan seragam komponen cadangan (komcad) berbaris setibanya di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/2/2025). Foto: Antara

Semarang – Sejumlah kepala daerah mulai tumbang di hari ketiga retret di Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 23 Februari 2025.

“Iya, ada [yang tumbang]. Tadi saya baru, saya baru tengok ya. Ya, tapi masih, masih terkontrol gitu ya, ada yang tensinya tinggi, gulanya tinggi, di rumah sakit. Apa tuh, Rumah Sakit Tidar. Ya, tapi kondisinya baik kok. Sepertinya kelelahan. Kelelahan. Kurang tidur ya,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Arya Bima Sugiarta.

Total ada tiga peserta retret yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dokter. Dua di antaranya harus menginap, sementara satu orang harus diinfus.

“Yang dua menginap, yang satu hanya, hanya diinfus saja ya. Vitamin C saja,” ujar Bima.

“Tetapi ada juga yang istirahat di tenda, sekitar ada dua orang tadi. Nah, kondisinya memerlukan istirahat saja jadi kita berikan dispensasi untuk sementara ini tidur dulu tidak mengikuti pembelajaran. Mudah-mudahan besok fit lagi,” ujar eks Walikota Bogor itu. Namun siapa saja mereka, identitasnya tidak ia ungkap.

Baca juga: Habiskan Anggaran Rp13 Miliar, Ini Jadwal Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

Selain itu, ada juga kepala daerah yang meminta izin pulang menjenguk anak sakit. Mereka diizinkan meninggalkan Akmil lebih dahulu.

“Ya, ada laporan ke kami anaknya kondisinya sakit parah, enggak konsen di sini ya ditunjukkan bukti-bukti dari dokter. Maka kita izinkan untuk keluar ya, karena saya lihat kondisinya juga kritis, gitu,” kata Bima.

Di tengah retret itu, ada juga kepala daerah yang harus menyelesaikan masalah di wilayahnya.

“Kemudian ada juga yang kondisinya di daerahnya ada sesuatu yang harus diselesaikan perlu menerima Sekda-nya. Ya, Sekda-nya tadi menghadap di sini, kita fasilitasi,” tuturnya.

Menurut Bima, keluarga dari kepala daerah juga diizinkan untuk menengok anggota keluarganya yang mengikuti retret ini.

“Iya, tentunya minta izin ke kami ya, asal sejauh misalnya gak banyak gitu ya. Kemudian ada keperluan khusus dan tidak mengganggu jam-jam pembelajaran ya, tentu kita akan fasilitasi.”

Baca juga: Pakai Seragam Loreng di Akmil Magelang, Gubernur Mualem: Latihan Lom

Bima juga menjelaskan, retret kepala daerah merupakan program rutin sebagaimana diatur melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Program retreat mencakup pembinaan, pengawasan dan peningkatan kapasitas para aparatur di daerah. Mengenai lokasi pelaksanaannya, kata dia, menyesuaikan pada setiap periodenya.

Ia menekankan anggaran penyelenggaraan retreat periode ini di Akmil sepanjang 21-28 Februari 2025 sebesar Rp18 miliar secara nominal jelas lebih kecil dibandingan momen-momen sebelumnya.

Penelusuran Line1.News, di regulasi yang dimaksud Bima tidak tercantum secara eksplisit soal program retret. Hanya saja, banyak kata “pembinaan” di dalam undang-undang itu terkait Pemerintah Pusat yang “membina” daerah.

Salah satunya bisa dilihat di Pasal 7 ayat 1 yang berbunyi: “Pemerintah Pusat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Urusan Pemerintahan oleh Daerah”.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy