Meulaboh – Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) jenis kelamin betina terkena jerat yang dipasang di perkebunan warga Aceh Barat. Akibatnya, satwa tersebut mengalami luka serius.
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kini telah mengevakuasi beruang madu tersebut.
“Beruang madu yang dievakuasi tersebut diperkirakan berusia satu tengah tahun. Beruang madu tersebut terjerat tali plastik pada kaki depan kiri,” kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata dilansir Antara, Minggu, 6 Juli 2025.
Saat ditemukan, kata dia, kondisi satwa liar itu lemas dan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Tali jerat berada pada bagian telapak kaki depan kiri.
“Tali jerat tali menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan pada kaki depan kiri,” ujarnya.
Beruang madu tersebut kemudian dibawa ke Sumatran Rescue Alliance Besitang, Sumatra Utara, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara bagian kaki beruang yang terkena jeratan, kata Ujang, terpaksa diamputasi karena terjadi pembusukan jaringan. Beberapa jari beruang tersebut juga sudah terputus akibat terkena tali jerat.
Saat ini, beruang madu tersebut dalam kondisi sehat di pusat rehabilitasi dengan pengawasan intensif.
Insiden itu, sebut Ujang, menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa jerat menjadi ancaman serius bagi satwa liar yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem.
BKSDA Aceh, kata dia, terus berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya pemasangan jerat. Jerat yang dipasang umumnya untuk satwa yang dianggap hama.
“Namun, sering sekali yang terjerat malah satwa dilindungi yang mengakibatkan luka serius, bahkan kematian. Oleh karena itu, kami mengingatkan masyarakat tidak memasang jerat karena dapat mengancam kelestarian satwa dilindungi.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy