Rupiah ‘Babak Belur’, BI Bilang Masih Stabil

Ilustrasi gaji ke-23. Foto: Detik
Ilustrasi gaji ke-23. Foto: Detik

Jakarta – Rupiah makin ‘babak belur’ dihajar Dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Negeri Paman Sam masih betah di level Rp16 ribuan. Tepatnya, Rp16.461,55 hingga Senin malam, 17 Juni 2024, 12.56 UTC (Universal Time Coordinated).

Sebelumnya, berdasarkan data Google Finance, Senin, Dolar AS berada di posisi Rp16.438,90 pada 04.27 UTC, turun 0,29 persen. Namun, sempat juga berada pada level Rp16.486,50. Artinya, Dolar AS sempat ancang-ancang menuju level Rp16.500.

Jumat lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menjadi yang paling rendah ketimbang mata uang negara lain.

Depresiasi atau turunnya nilai rupiah, kata Perry, jauh lebih kecil dibandingkan pelemahan mata yang terjadi pada Won Korea Selatan, Peso Filipina, Baht Thailand, hingga Yen Jepang.

“Rupiah (nilai tukar rupiah terhadap dolar AS) Rp16.300 tolong dilihat dari akhir tahun kemarin, dan tolong dibandingkan dengan negara lain, sangat lebih rendah dibandingkan dengan Korea Selatan, bandingkan dengan Peso Filipina, Baht Thailand, Yen Jepang. Depresiasi kita termasuk rendah,” ujar Perry di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dia menekankan rupiah masih menjadi mata uang yang stabil karena BI sebagai bank sentral terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar. Misalnya, intervensi, penarikan portofolio asing ke dalam negeri, hingga penarikan devisa hasil ekspor sumber daya alam yang sudah berjalan baik.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy